Komika Pandji Pragiwaksono
Wapres Gibran Buka Suara soal Pemanggilan Komika Pandji oleh Polda Metro Jaya
Wapres Gibran menegaskan Indonesia menjamin kebebasan berekspresi, menanggapi pemanggilan Pandji atas materi stand-up comedy Mens Rea
Ringkasan Berita:
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming menanggapi pemanggilan komika Pandji Pragiwaksono oleh Polda Metro Jaya dengan menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berekspresi.
- Namun, ia mengingatkan agar kritik dan karya tetap disampaikan dengan menjunjung norma, nilai budaya, dan agama.
- Pandji dipanggil untuk klarifikasi atas lima laporan polisi terkait materi stand-up comedy bertajuk *Mens Rea*.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Gibran Rakabuming buka suara terkait pemanggilan Komika Pandji Pragiwaksono oleh Polda Metro Jaya terkait materi Stand Up Comedy bertajuk Mens Rea.
Menurut Wapres, Indonesia merupakan negara demokrasi yang memberikan ruang bagi setiap warga negara untuk berekspresi.
"Indonesia sebagai negara demokratis membuka ruang bagi setiap warga negara untuk berpendapat dan berekspresi," kata Wapres melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Rabu, (4/2/2026).
Mantan Wali Kota Solo tersebut mendukung anak muda Indonesia termasuk Pandji untuk terus berkarya dan memberikan masukan kepada pemerintah dalam membangun bangsa. Masukan tersebut sebaiknya disampaikan dengan tetap menjunjung norma serta nilai budaya dan agama.
"Sesuai dengan penghormatan terhadap norma serta nilai-nilai lokal, budaya, dan agama," pungkasnya.
Sebelumnya Komika Pandji Pragiwaksono dijadwalkan menjalani klarifikasi di Mapolda Metro Jaya terkait lima laporan polisi yang dilayangkan terhadap dirinya.
Baca juga: Efek Mens Rea: Pandji Pragiwaksono Bakal Hadapi 6 Kasus Sekaligus di Polda Metro Jaya
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan laporan tersebut berkaitan dengan materi stand-up comedy bertajuk Mens Rea.
Menurutnya total ada lima laporan polisi (LP) dan satu pengaduan yang diusut perihal dugaan penistaan agama.
“(Perkara) suatu acara Mens Rea, Polda Metro Jaya menerima lima laporan polisi, perlu saya luruskan jadi ada menerima lima laporan polisi dan satu pengaduan,” kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Atas lima laporan polisi tersebut, penyidik mengundang Pandji Pragiwaksono untuk hadir memberikan klarifikasi pada Jumat (6/2/2026) pukul 10.00 WIB.
Penyidik sudah melayangkan surat panggilan terhadap terlapor.
Surat panggilan dikirim melalui email, layanan pengiriman, dan juga ke alamat yang bersangkutan.
“Saudara PP diundang untuk hadir klarifikasi kita berharap saudara PP bisa hadir dan memberikan klarifikasi sehingga semuanya bisa terjawab,” ujarnya.
Kombes Budi menjelaskan, pemanggilan klarifikasi dilakukan dalam satu waktu karena objek laporan yang dilaporkan sama.
“Ini kan undangan klarifikasi karena yang dilaporkan adalah objek yang sama, penyidik berpikir untuk menghemat waktu dengan memanggil dalam satu waktu untuk lima perkara,” jelasnya.
Bedah Video Belum Tuntas
Sementara terkait hasil bedah video materi Mens Rea, polisi menyebut proses tersebut belum tuntas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Komika-Pandji-Pragiwaksono-memenuhi-panggilan-Bareskrim.jpg)