Hakim MK Baru
Wajah Semringah Bahlil Lahadalia Setelah Adies Kadir Dilantik Jadi Hakim MK di Istana
Bahlil Lahadalia tampak sumringah setelah Adies Kadir dilantik menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Istana Negara, Jakarta.
Ringkasan Berita:
- Raut wajah Bahlil tampak sumringah saat berjabat tangan dengan Adies Kadir
- Adies Kadir dan Bahlil sempat berbincang
- Adies Kadir menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi dan integritas Mahkamah Konstitusi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia tampak semringah setelah Adies Kadir dilantik menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Adies Kadir yang mengenakan toga merah khas hakim konstitusi berdiri menerima ucapan selamat dari para pejabat negara.
Di antara deretan menteri dan pimpinan lembaga yang hadir, Bahlil terlihat tersenyum lebar saat menyalami Adies Kadir.
Raut wajah Bahlil tampak sumringah saat berjabat tangan dengan Adies, yang sebelumnya dikenal sebagai Wakil Ketua Umum Golkar.
Keduanya juga sempat berbincang singkat lalu memeluk koleganya tersebut.
Pelantikan Adies Kadir sebagai Hakim MK dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia, menggantikan hakim yang telah memasuki masa purnatugas.
Baca juga: Resmi Dilantik Jadi Hakim MK, Adies Kadir Janji Tak Tangani Perkara yang Libatkan Partai Golkar
Prosesi berlangsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan DPR, serta para hakim konstitusi.
Dalam keterangannya usai dilantik, Adies menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi dan integritas Mahkamah Konstitusi.
Ia juga menyatakan siap mengundurkan diri dari majelis jika menangani perkara yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, termasuk yang berkaitan dengan Partai Golkar.
Baca juga: Syamsul Jahidin Ngotot Tolak Adies Kadir Hakim MK, Respons Alasan Tak Ikut Urus Pengesahan UU TNI
"Tentunya kalau di Mahkamah Konstitusi itu kan ada aturan-aturan ya. Kalau terkait dengan dianggap ada conflict of interest, pasti otomatis hakim akan mengundurkan diri dari panel atau majelis tersebut. Ya, kemungkinan saya juga akan mengambil langkah seperti itu kalau ada kasus-kasus terkait dengan Partai Golkar,” ujar Adies dalam konferensi pers.
Lebih lanjut, Adies menegaskan, tugas utamanya di Mahkamah Konstitusi adalah menjaga konstitusi dan ideologi negara.
“Mahkamah Konstitusi sesuai dengan undang-undang tugasnya adalah menjaga konstitusi, menafsir konstitusi, dan menjaga ideologi negara. Jadi sesuai dengan undang-undang, inilah yang harus nanti saya laksanakan di sana, menjaga segala macam hukum dan juga hal-hal yang mengenai konstitusi dan ideologi negara,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bahlil-Lahadalia-memberikan-salam-lalu-memeluk-Adies-Kadir.jpg)