Rabu, 3 Juni 2026

Megawati Ungkap Kekhawatiran Dampak Global Warming yang Makin Nyata

Megawati Soekarnoputri, bercerita tentang kenangan dengan mendiang Paus Gereja Katolik ke-266, Paus Fransiskus.

Tayang:
Tribunnews.com/Danang Triatmojo
ZAYED AWARD 2026 - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri usai menghadiri forum pertemuan meja bundar Zayed Award 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (5/2/2026)/ Danang Triatmojo  

Ringkasan Berita:
  • Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengenang ucapan Paus Fransiskus tentang pemanasan global yang kini semakin nyata. 
  • Cerita ini ia sampaikan usai menghadiri forum Zayed Award Roundtable 2026 di Abu Dhabi, UEA.
  • Megawati menuturkan dirinya pernah ditunjuk oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar sebagai dewan juri Zayed Award 2024.
  • Ia menekankan adanya kesamaan kekhawatiran antara dirinya dan Paus Fransiskus terkait isu global warming.

Laporan langsung Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo dari Abu Dhabi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, bercerita tentang kenangan dengan mendiang Paus Gereja Katolik ke-266, Paus Fransiskus.

Ia teringat ucapan Paus Fransiskus mengenai global warming alias pemanasan global yang kini semakin nyata.

Cerita ini disampaikan Megawati setelah menghadiri forum Zayed Award Roundtable 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Kamis (5/2/2026). 

Megawati awalnya bercerita tentang dirinya yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar sebagai salah satu dewan juri Zayed Award Tahun 2024.

"Betul-betul saya harus berterima kasih kepada Paus Fransiskus dan juga Imam Besar Masjid Al-Azhar, karena saya dipilih sebenarnya oleh Imam Besar Masjid Al-Azhar, yang disetujui juga oleh Paus Fransiskus," kata Megawati.

Selanjutnya ia mengungkap ada kesamaan kekhawatiran antara dirinya dan Paus Fransiskus mengenai global warming

Ia menyatakan ancaman global warming sudah semakin nyata di sejumlah negara dunia. Bongkahan raksasa es-es di kutub kini mulai terpecah belah dan mengapung di perairan.

"Paus Fransiskus, selain tokoh agama, beliau mengatakan bahwa di Vatikan beliau itu membuat juga penelitian untuk kutub. Dan sebenarnya ini harusnya, makanya di sini saya ingin mengatakan bahwa kita pun harus berhati-hati. Karena menurut beliau, kutub itu sekarang tidak hanya mencair kalau seperti biasanya, tetapi itu sudah cracking, cracking dan mengapung-ngapung seperti bongkahan es yang luar biasa," ujar Megawati.

Dampak dari bongkahan raksasa es yang terpecah itu disebutnya harus dianggap sebagai sinyal peringatan dari setiap negara. 

Ia kemudian menyinggung kejadian bencana berkaitan dengan air yang belakangan banyak terjadi, termasuk di Indonesia.

Presiden perempuan pertama RI itu mengatakan kejadian bencana tersebut tidak hanya diakibatkan faktor cuaca, tapi juga gara-gara perubahan iklim. Ia mengkhawatirkan bongkahan es kutub yang terpecah memasuki arus panas perairan Indonesia.

"Jangan dipikirkan bahwa kemarin itu banyak sekali kejadian memang karena hujan. Tetapi yang juga harus diamati dengan baik adalah cairnya yang namanya air apungan dari kutub itu kan kalau masuk ke tempat kita yang punya arus panas itu pasti akan mencair," imbuh dia.

Megawati merasa prihatin saat melihat bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Putri Bung Karno itu merasa terluka bencana telah meluluhlantakkan ketiga daerah tersebut.

Berkenaan dengan upaya bantuan terhadap daerah terdampak, PDIP mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) yang hingga kini masih berlangsung.

"Saya sangat prihatin dan saya sangat terluka ya. Makanya kalau para wartawan melihat saya sudah mengumpulkan, masih sampai hari ini, itu adalah kami punya namanya Badan Penanggulangan Bencana yang dengan seluruh kekuatannya itu sudah saya terjunkan ke tiga tempat itu, dan masih terus berjalan," urai Megawati.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved