PDIP Luncurkan Fatmawati Trophy 2026, Simbol Kekuatan Moral Perempuan Karya Prananda Prabowo
PDI Perjuangan resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 dalam rangka peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati Soekarno di Jakarta.
Ringkasan Berita:
- PDI Perjuangan resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 dalam rangka peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati Soekarno di Jakarta.
- Kegiatan tersebut beserta trofinya merupakan hasil kontemplasi dan gagasan Ketua DPP PDI Perjuangan M Prananda Prabowo, yang juga putra Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
- Fatmawati Trophy merupakan hasil kontemplasi M Prananda Prabowo tentang pentingnya mengabadikan sosok Fatmawati sebagai arsip nilai peradaban bangsa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 dalam rangka peringatan 103 tahun kelahiran Fatmawati Soekarno di Jakarta.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, kegiatan tersebut beserta trofinya merupakan hasil kontemplasi dan gagasan Ketua DPP PDI Perjuangan M Prananda Prabowo, yang juga putra Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Baca juga: Sejumlah Partai Dukung Prabowo di 2029, Hasto: PDIP Fokus Bencana dan Kesejahteraan Rakyat
Konsep trofi itu kemudian diterjemahkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga dalam bentuk figur perempuan berjubah yang berdiri tegak.
"Fatmawati Trophy adalah wujud upaya merawat memori kolektif bangsa. Di dalamnya terkandung simbol keteguhan dan kekuatan moral perempuan Indonesia," ujar Hasto.
Dia menambahkan, penempatan trofi di area yang juga menampilkan mesin jahit bersejarah milik Fatmawati dimaksudkan sebagai pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya lahir dari peristiwa politik besar, tetapi juga dari peran personal yang kerap luput dari catatan sejarah.
Cucu Fatmawati, Puti Guntur Soekarno, mengkonfirmasi secara konseptual bahwa Fatmawati Trophy merupakan hasil kontemplasi M Prananda Prabowo tentang pentingnya mengabadikan sosok Fatmawati sebagai arsip nilai peradaban bangsa.
"Gagasan tersebut diwujudkan secara artistik oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga, yang merancang trofi dalam bentuk figur perempuan berjubah berdiri tegak, melambangkan keteguhan, keheningan, dan kekuatan moral perempuan Indonesia," ujarnya.
Fatmawati Trophy 2026 juga menjadi payung kompetisi desain fesyen nasional.
Ajang ini menempatkan fesyen sebagai medium ideologis dan kultural untuk menafsirkan kembali nilai perjuangan Fatmawati, yakni kesederhanaan, keanggunan, dan keberanian perempuan.
Ketua Panitia Nasional Fatmawati Trophy, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kebudayaan yang menempatkan perempuan sebagai subjek utama sejarah.
"Fatmawati Trophy adalah monumen nilai. Kita ingin melahirkan kepemimpinan perempuan yang memiliki keteguhan prinsip seperti Ibu Fatmawati, yang mampu menjadi arsitek peradaban bagi Indonesia Raya," kata Bintang.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Nasional, Dana Anugerah Raffliansyah, berharap DPD PDI Perjuangan di seluruh Indonesia dapat menjadikan ajang ini kompetitif dan bergengsi.
"Harapan kami, DPD di seluruh Indonesia bisa membuat kompetisi ini menjadi kompetitif dan bergengsi. Salah satu yang akan diperebutkan adalah piala bergilir yang didesain khusus dan dikonsep langsung oleh Bapak Muhammad Prananda Prabowo," tandasnya.