Hari Pers Nasional
Dahlan Dahi Ingatkan Dahsyatnya Perubahan Informasi terhadap Imajinasi Kolektif Bangsa
Dahlan Dahi mengingatkan dahsyatnya pengaruh informasi dalam membentuk cara berpikir, bersikap, hingga menentukan arah masa depan.
Ringkasan Berita:
- Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi menegaskan bahwa informasi memiliki kekuatan dahsyat dalam membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak masyarakat, serta menentukan arah sosial dan politik suatu bangsa.
- Menurut Dahlan, arus informasi yang terus dikonsumsi publik tidak hanya membentuk imajinasi bersama, tetapi juga memengaruhi perilaku konkret.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi mengingatkan dahsyatnya pengaruh informasi dalam membentuk cara berpikir, bersikap, hingga menentukan arah masa depan sebuah bangsa.
Menurut Dahlan, informasi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi kekuatan utama yang membentuk imajinasi kolektif masyarakat dan pada akhirnya memengaruhi perilaku sosial dan politik.
“Informasi yang luar biasa. Informasi tentang apa yang kita katakan, tentang apa yang kita pertunjukkan, tentang apa yang kita ulang-ulangi. Dan, informasi mempengaruhi apa yang ada di pikiran kita, di kepala kita,” ujar Dahlan dalam Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026, dalam kanal Youtube Ditjen Komunikasi dan Media Komdigi, Minggu (8/2/2026).
CEO Tribun Network itu menjelaskan bahwa kemampuan masyarakat untuk berkumpul, bekerja sama, dan mengambil keputusan bersama sangat ditentukan oleh informasi yang diterima dan dipercaya.
“Saya dengar, teman-teman, banyak yang diam, karena ada story di kepala kalian tentang apa yang sedang kita distribusikan,” katanya.
Dahlan menyebut proses tersebut sebagai collective imagination, yakni imajinasi bersama yang terbentuk melalui arus informasi yang terus-menerus dikonsumsi publik.
“Informasi tidak hanya membentuk imajinasi kita, tapi mempengaruhi behavior, tentang pilihan-pilihan kita,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa informasi secara langsung memengaruhi pilihan-pilihan konkret masyarakat, mulai dari konsumsi hingga keputusan politik.
“Kita mendukung atau kita menolak. Dia mempengaruhi action, tindakan kita. So, informasi sangat powerful,” ungkap Dahlan.
Lebih lanjut, Dahlan mengajak peserta konvensi untuk melihat konsep negara sebagai sebuah konstruksi imajinatif yang hidup karena informasi yang terus direproduksi.
Menurutnya, keberadaan negara tidak bersifat fisik seperti benda, melainkan terus dihidupkan melalui simbol, ritual, dan institusi.
“Karena dia (negara) adalah realitas imajinatif, dia harus diingatkan terus menerus. Kita harus menyanyi lagu Indonesia Raya. Hari ini kita dua kali nyanyi lagu Indonesia Raya. Kita harus kibarkan bendera merah putih. Kita harus ada polisi. Kita harus ada kantor pemerintah. Kita harus ada menteri, ada wamen. Itu cara mengingatkan kita bahwa ada entitas namanya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.
Namun, Dahlan mengingatkan bahwa semua entitas tersebut sejatinya hidup dalam kesadaran bersama masyarakat.
"Dan suatu waktu kita bisa lupa. Bhinneka Tunggal Ika itu juga imajinasi, bahwa berbeda itu baik. Tapi kita bisa lupa. Kesejahteraan sosial, demokrasi itu imajinasi. Itu bukan realitas,” katanya.
“Jadi yang saya mau bilang adalah bahwa kalau informasi kita berubah, kolektif imajinasi kita berubah, maka nasionalisme kita juga bisa berubah. Dan mungkin generasi setelah kita tidak akan menyaksikan Indonesia seperti yang kita saksikan hari ini," tandasnya.
Baca juga: CEO Tribun Network Dahlan Dahi Paparkan Strategi Masa Depan Media di WAN-IFRA 2025 Singapura
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dahlan-dahi-di-HPN.jpg)