Senin, 8 Juni 2026

Ijazah Jokowi

Sebut Salinan Ijazah Jokowi Berbeda dari Data Sebelumnya, Mikhael Sinaga: Ternyata Ada yang Salah

Mikhael Sinaga mengatakan ada perbedaan salinan ijazah Jokowi tahun 2014 dengan sumber sebelumnya.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Bonatua Silalahi memperoleh salinan ijazah Jokowi dari KPU, Senin (9/2/2026).
  • Namun, Mikhael Sinaga mengatakan ada perbedaan dari salinan ijazah Jokowi tahun 2014, dengan data sebelumnya.
  • Mikhael mengatakan akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan tersebut.

TRIBUNNEWS.com - Podcaster Mikhael Sinaga menyebut salinan ijazah mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), ada yang berbeda dari sumber sebelumnya dari  yang ia dapatkan.

Hal ini disampaikan Mikhael saat menemani Bonatua Silalahi menunjukkan dua salinan ijazah Jokowi tahun 2014 dan 2019, Senin (9/2/2026).

Dua salinan itu digunakan Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2014 dan 2019.

Mikhael mengatakan ada yang salah pada salinan ijazah Jokowi tahun 2014 tersebut.

"Ini mengonfirmasi temuan-temuan yang saya dapatkan dari sumber lainnya, namun ternyata ada yang salah di sini (salinan ijazah)" kata Mikhael, Senin, dikutip dari YouTube KompasTV.

"Di sini (salinan ijazah tahun 2014), agak berbeda dari sumber-sumber yang saya dapatkan mengenai ijazah yang digunakan tahun 2014," imbuhnya.

Baca juga: Eks Relawan Sebut Kader PDIP Sudah Pertanyakan Foto Ijazah Jokowi saat Masih Nyalon Gubernur DKI

Perbedaan itu, ujar Mikhael, akan diinvestigasi lebih lanjut.

Ia memastikan bakal mengumumkan hasil investigasi begitu dirinya menemukan apa saja yang berbeda dari salinan ijazah tahun 2014 dengan sumber sebelumnya.

"Nanti kita akan investigasi lebih lanjut dan akan kita umumkan hasilnya begitu saya temukan," ucapnya.

Diketahui, Bonatua telah menerima dua salinan ijazah Jokowi tanpa sensor dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin.

Salinan ijazah itu diterima Bonatua setelah gugatannya dikabulkan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).

Bonatua mengatakan langkah selanjutnya adalah meminta salinan ijazah Jokowi dari KPU DKI Jakarta dan KPU Kota Solo untuk nantinya disandingkan, kemudian diteliti.

"Kalau informasi ini sudah benar, tidak perlu lagi uji lab, tak perlu lagi uji dokumen forensik," kata Bonatua, Senin.

Ia lantas menyebut akan mengunggah salinan ijazah Jokowi di media sosial pribadinya sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Bonatua ingin publik bisa melihat salinan tersebut untuk kemudian didiskusikan bersama-sama.

"Nah untuk itu ya sebagai orang yang punya tanggung jawab moral, saya memutuskan membagikan ini (dokumen ijazah Jokowi) di media sosial saya. Ya, bisa dicek di media sosial saya," ungkap Bonatua.

"Mari kita berdiskusi seluruh Indonesia, kita jadikan ini diskursus publik."

"Semua, kita dari sini mari berbicara dengan gaya peneliti tapi jangan sembarangan tuduh seperti," pungkasnya.

Ray Rangkuti: Kita Belum Tahu Ijazah Jokowi Asli atau Tidak

Sementara itu, pengamat politik, Ray Rangkuti, mempertanyakan salinan ijazah Jokowi yang diperoleh Bonatua Silalahi dari KPU.

Ia mengatakan selama ini yang menjadi permasalahan adalah, apakah ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), asli atau tidak.

"Kalau ada, ada (ijazah Jokowi). Kan yang dipersoalkan orang itu adalah apa yang ada itu asli apa tidak? Itu yang dipersoalkan," kata Ray Rangkuti, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Senin (9/2/2026).

Ray menilai bukti adanya ijazah Jokowi adalah ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini telah berhasil lolos menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga dua periode menjadi Presiden.

"Sampai sekarang kita belum tahu apakah (ijazah Jokowi) asli atau tidak. Kalau ada, ada. Maka karena ada dia diloloskan baik sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI, Presiden dua kali," tutur Ray Rangkuti.

"Ada tuh secara fisik. Tapi, yang ada ini benar apa enggak? Asli apa enggak?" jelasnya.

Ray menegaskan kubu yang memercayai ijazah Jokowi asli, akan terus percaya ijazah tersebut asli.

Namun, kubu yang yakin ijazah Jokowi palsu, pasti akan terus menuntut dibuktikan kepalsuan ijazah tersebut.

"Saya kira petanya masih sama. Mereka yang ragu masih akan ragu. Mereka yang memang sudah percaya, ya percaya gitu," ujar Ray.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani tersebut, tingkat keraguan terkait keabsahan ijazah Jokowi makin meningkat.

Pasalnya, kasus ijazah Jokowi ini tidak kunjung tuntas, justru makin bertambah persoalan baru.

"Persoalan pertama adalah kalau adanya (ijazah Jokowi), ada. Yang kedua apakah benar fisiknya itu atau tidak?" kata dia.

"Yang ketiga, apakah fisiknya ini menyerupai yang aslinya? Yang keempat apakah desain di dalam fisik itu sama dengan desain yang dikeluarkan UGM secara umum."

"Kan jadi bertingkat-tingkat nih sampai ke persoalan fotonya benar apa enggak, legalisirnya benar apa enggak dan sebagainya," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Mario Christian/Rakli Almughni)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved