Ijazah Jokowi
Dokter Tifa Kritik UGM soal Transparansi Dokumen Ijazah Jokowi, Sebut Kampus Terlalu Menutup Data
Dokter Tifa kritik UGM soal transparansi ijazah Jokowi, kampus tegaskan dokumen sah dan dilindungi aturan KIP.
Ringkasan Berita:
- Dokter Tifa mengkritik UGM karena dinilai belum transparan membuka dokumen terkait polemik ijazah Jokowi.
- Ia menyebut penyelesaian persoalan seharusnya dilakukan lewat jalur keterbukaan informasi publik.
- Sementara, UGM menegaskan dokumen akademik Jokowi sah, namun sebagian data dilindungi aturan KIP.
TRIBUNNEWS.COM — Polemik mengenai ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memanas setelah Dokter Tifa melontarkan kritik terbuka terhadap Universitas Gadjah Mada atau UGM terkait transparansi dokumen akademik Jokowi.
Dalam siaran podcast YouTube Refly Harun pada Senin (18/5/2026), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menilai UGM justru terkesan menutup berbagai data yang menurutnya perlu dibuka demi menyelesaikan kontroversi ijazah secara terang-benderang.
“UGM ini seharusnya berdiri di atas evidence base, tetapi malah menjadi pihak yang mati-matian menutupi semua data ini,” kata Dokter Tifa.
Ia mengatakan polemik tersebut seharusnya tidak lagi dibawa ke ruang pidana ataupun saling serang antarkelompok, melainkan diuji secara terbuka melalui jalur keterbukaan informasi publik.
Karena itu, kelompok aktivis yang selama ini mengkritisi ijazah Jokowi kini menempuh sengketa informasi di Komisi Informasi Publik (KIP) terkait ratusan dokumen yang disebut berkaitan dengan riwayat akademik Jokowi.
Menurut Dokter Tifa, forum KIP menjadi tempat paling tepat untuk menguji dokumen secara objektif.
“Kalau mau menguji keabsahan dokumen, tempatnya di sidang keterbukaan informasi, bukan di kriminalisasi,” ujarnya.
Ia juga menyerukan agar akademisi dan peneliti di Indonesia ikut bersuara dalam polemik tersebut.
“Ilmuwan jangan menjadi setan bisu. Semua harus bergerak untuk menyelesaikan kontroversi ini,” katanya.
Dalam podcast tersebut, Dokter Tifa mengungkap pihaknya tengah menggugat keterbukaan 709 dokumen yang disebut berkaitan dengan polemik ijazah Jokowi.
Baca juga: Dokter Tifa Ungkap Jalur Baru Polemik Ijazah Jokowi, Curigai Rismon hingga Gugatan 709 Dokumen
Dokumen itu, menurutnya, kini berada dalam penguasaan pihak kepolisian.
Ia menyebut kelompoknya menggunakan pendekatan “3C” dalam menguji polemik tersebut, yakni clean, clear, dan credible.
“Clean dari sisi dokumen, clear dari sisi prosedur, dan credible dari sisi ahli serta saksi,” ujarnya.
Pernyataan itu muncul di tengah masih berlangsungnya perdebatan publik mengenai keterbukaan data akademik Jokowi yang selama ini diminta sejumlah pihak.