Selasa, 2 Juni 2026

Ramadan 2026

Bagaimana Cara Qadha Puasa Ramadan Jika Lupa Berapa Jumlah Utang Puasanya?

Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh, M.Ag menjawab soal bagaimana cara mengqadha puasa ramadan jika kita lupa berapa utang puasa kita.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh, M.Ag menjawab soal bagaimana cara mengqadha puasa ramadan jika kita lupa berapa utang puasa kita.
  • Ahmad Hafidh, mengatakan, jika kita lupa berapa hari hutang puasa ramadan kita di tahun kemarin, maka kita bisa menggunakan asumsi. Misalnya utang puasa karena haid, biasanya haid pada perempuan maksimal dialami selama 14 hari. 
  • Maka kita bisa menggunakan rata-rata masa haid 14 hari ini untuk membayar qadha puasa ramadan kita.

 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan ramadan tinggal menghitung hari. Jelang ramadan biasanya kita teringat bahwa kita masih utang puasa yang kita miliki dari ramadan tahun kemarin.

Biasanya seseorang memiliki utang puasa ramadan karena haid atau nifas, sedang sakit, atau bisa jadi tidak puasa saat ramadan karena seorang musafir.

Dalam ajaran agama Islam, jika kita tidak melakukan puasa ramadan maka wajib hukumnya untuk membayar qadha puasa atau fidyah di hari lain selain di bulan ramadan.

Qadha adalah mengganti puasa ramadan yang ditinggalkan dengan puasa di hari lain, sedangkan fidyah adalah membayar tebusan berupa makanan pokok atau uang setara untuk orang miskin bagi yang tidak mampu puasa karena uzur permanen (lansia, penyakit kronis, hamil/menyusui khawatir anak), atau dalam kondisi tertentu bisa qadha dan fidyah sekaligus.

Lantas bagaimana jika kita lupa berapa hari utang puasa kita di ramadan tahun kemarin?

Lalu bagaimana cara kita membayar qadha puasa ramadan itu jika kita tidak ingat berapa utang puasa yang kita miliki?

Menjawab pertanyaan tersebut, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh, M.Ag mengatakan, jika kita lupa berapa hari hutang puasa ramadan kita di tahun kemarin, maka kita bisa menggunakan asumsi.

Misalnya utang puasa karena haid, biasanya haid pada perempuan maksimal dialami selama 14 hari. 

Maka kita bisa menggunakan rata-rata masa haid 14 hari ini untuk membayar qadha puasa ramadan kita.

"Pakai asumsi pokok lah. Jadi kalau utang karena haid itu kan rata-rata kan 14 hari (maksimal)," kata Ahmad Hafidh dalam Program 'OASE' Tribunnews.com, Jumat (30/1/2026).

Kemudian jika utang puasa karena sakit, Ahmad pun mengimbau untuk mengecek atau mengingat lagi berapa hari kita sakit dan tidak berpuasa saat ramadan, sejauh ingatan kita saja.

Baca juga: Doa Buka Puasa Qadha Ramadhan, Membuka Pintu Berkah dari Allah SWT

Namun Ahmad menegaskan, dalam membayar utang puasa ini kita harus berlaku jujur terkait jumlah harinya.

Bisa dilebihkan juga harinya untuk berjaga-jaga jika utang puasa kita ternyata lebih banyak.

"Kalau utangnya karena sakit, maka coba dicek kira-kira dulu sakit seberapa (hari). Sejauh dia ingat saja, tapi jangan pura-pura enggak ingat loh ya."

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved