Banjir Bandang di Sumatera
Mendagri Targetkan 11 Daerah Bencana di Sumatra akan Normal Fungsional dalam 2 Bulan
11 daerah di Sumatra yang membutuhkan atensi khusus pemerintah usai dilanda bencana akan dalam kembali normal dalam kurun waktu 2 bulan.
Ringkasan Berita:
- 11 kabupaten/kota di Aceh, Sumut, dan Sumbar yang membutuhkan atensi khusus pemerintah usai dilanda bencana hidrometeorologi akan dalam kembali normal dalam kurun waktu dua bulan.
- Tito menjelaskan, normal dalam hal ini adalah normal secara fungsional, bukan normal secara permanen.
- Adapun sebanyak 37 daerah atau hampir 70 persen sudah kembali normal dalam waktu sekitar dua bulan sejak masa tanggap darurat.
TRIBUNNEWS.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, 11 kabupaten/kota di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) yang membutuhkan atensi khusus pemerintah usai dilanda bencana hidrometeorologi akan dalam kembali normal dalam kurun waktu dua bulan.
"Dua bulan juga normal, terutama kalau kita genjot masalah lumpurnya," ujar Tito setelah konferensi pers terkait Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Tito menjelaskan, normal dalam hal ini adalah normal secara fungsional, bukan normal secara permanen.
"Normal fungsional itu artinya kalau jalannya bisa dilalui, kemudian lorongnya bisa dilalui. Tapi untuk mengaspal kembali, memperlebar jalan, jembatan yang tadinya sekarang ini jembatan darurat menjadi jembatan permanen. It takes time (Itu butuh waktu) lah," tuturnya.
Saat konferensi pers, Tito menyebut, dari total 52 kabupaten/kota terdampak di tiga provinsi tersebut, sebanyak 37 daerah atau hampir 70 persen sudah kembali normal dalam waktu sekitar dua bulan sejak masa tanggap darurat.
“37 jadi kalau kita persentasekan ya lebih kurang hampir 70 persen kabupaten kota dari 52 kabupaten kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar dua bulan,” kata Tito.
Namun demikian, ia menegaskan masih ada daerah yang belum pulih sepenuhnya.
Untuk Sumatra Barat, Tito menyebut dua daerah masih membutuhkan perhatian serius yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Sementara itu, dua wilayah lain dinilai membutuhkan atensi khusus karena masih menghadapi berbagai persoalan, yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.
Kemudian di Sumatra Utara, dari 33 kabupaten/kota yang ada, 18 di antaranya terdampak bencana.
“Dan kemudian yang sudah menyatakan normal dan hasil cross-check kita itu ada 15, alhamdulillah. Dan mendekati normal itu ada satu yaitu Tapanuli Selatan."
Baca juga: Seskab: Prabowo Pantau Pemulihan Pascabencana di Sumatra, Pejabat Diminta Update Berkala
"Yang perlu mendapat atensi khusus ada dua yaitu di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara,” kata Tito.
Adapun di Aceh, dari 23 kabupaten/kota, sebanyak 18 wilayah terdampak.
Tito menyebut, 10 daerah telah kembali normal, dua mendekati normal, dan sisanya masih menjadi perhatian utama pemerintah.
“Ada beberapa daerah yang memerlukan atensi khusus yaitu Aceh Tamiang nomor satu, Aceh Timur, Aceh Utara, kemudian Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tengah. Ini yang menjadi atensi kita yang paling utama,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Tito, akan memfokuskan kerja keras pada titik-titik tersebut, terutama terkait pengungsian, fasilitas pendidikan, dan pemulihan infrastruktur dasar.
Prabowo Pantau Pemulihan Pascabencana
Presiden Prabowo Subianto terus memantau pemulihan pascabencana di Sumatra.
Presiden Prabowo juga mendorong agar perkembangan pemulihan terus disampaikan secara rutin ke publik.
Jadi Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin seluruh satgas dan setiap menteri ataupun pejabat terkait terus-menerus menyampaikan informasi update secara berkala kepada publik," ucap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers terkait Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar di Kemendagri, Jakarta, pada Rabu.
Menurut Teddy, pemulihan pascabencana di 3 provinsi di Sumatra berlangsung cepat.
"Hasil konkret, hasil kerja cepat pemerintah tentunya bersama seluruh elemen TNI, Polri, relawan, dan tentunya bersama dengan seluruh warga," terangnya.
Teddy mencontohkan hasil kerja yang dilakukan pemerintah, yaitu selama dua bulan ini telah dibangun 5.500 unit rumah hunian.
"Bahkan dalam satu bulan sudah jadi 1.500 (unit). Ini sudah jadi ya. Jadi sekarang sudah jadi 5.500 rumah hunian," paparnya.
Selanjutnya, sebanyak 98 jembatan telah selesai diperbaiki dan 99 ruas jalan nasional sudah bisa dilalui.
"Di bidang kesehatan, tentunya tadi sudah dijelaskan, ada 87 rumah sakit dan 867 puskesmas yang sebelumnya terdampak tapi dalam 2 bulan, bahkan 1 bulan lalu, sudah siap melayani pasien."
"Dan tentunya juga sekolah, sudah hampir 100 persen dari Pak Menteri Dikdasmen, kemudian pasar sudah beroperasi, rantai ekonomi sudah berjalan di seluruh wilayah," sambungnya.
Ia berujar, fokus dari Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra bukan hanya bangunan fisik, melainkan juga penyaluran dana ke pemerintah daerah dan ke warga yang terdampak.
"Jadi peran cepat kepala daerah di sini juga sangat dibutuhkan dan Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua yang diperlukan ke warga sesegera mungkin," ujarnya.
Selain itu, Prabowo meminta harga bahan-bahan pokok tetap terjangkau jelang memasuki bulan suci Ramadan tahun 2026.
"Saat ini sudah satu minggu menjelang bulan Ramadan dan Bapak Presiden ingin memastikan harga-harga, kemudian ketersediaan bahan pokok, bahan pangan, bahan-bahan yang dibutuhkan, khususnya di daerah yang terdampak bencana benar-benar ada, benar-benar terjangkau," ucapnya.
(Tribunnews.com/Deni/Mario)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.