Dewan Perdamaian
SBY soal Board of Peace: Ada Relasi Kuasa Lebih Dominan, Cenderung Jadi PBB Versi Anyar
SBY menilai, ada relasi kuasa yang signifikan yang dimiliki Board of Peace, karena Presiden AS Donald Trump bertindak sebagai Chairman.
SBY Yakin Prabowo Punya Pertimbangan Sendiri
SBY kembali menegaskan, dirinya yakin bahwa Presiden RI Prabowo Subianto memiliki pertimbangan tersendiri mengapa bersedia masuk ke Board of Peace.
Namun ia juga berharap, Prabowo dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dapat memberikan penjelasan lebih luas mengenai keputusannya membawa Indonesia untuk bergabung di Board of Peace.
Ayah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini pun menyebut, penjelasan di balik keputusan tersebut diperlukan demi meminimalisir pro dan kontra di kalangan masyarakat.
"Saya harus memilih kata-kata ini, karena etika seorang mantan presiden itu apa yang diomongkan harus politically correct, gitu ya. Pak Prabowo, my good friend, he is our leader sekarang ini," kata SBY.
"Saya kirim pesan melalui YouTube kemarin. Hopefully, Menteri Luar Negeri maupun Presiden kita Pak Prabowo menjelaskan kepada kita semua dengan sikap yang diambil kita join dalam Board of Peace.
"Pasti beliau sudah mempertimbangkan semua aspek dikaitkan dengan our national interest.
Begitu logika saya, harapan saya, dan saya kira sudah punya tinggal dijelaskan kepada publik Indonesia supaya tidak akan ada lagi pro dan kontra yang makin ke mana-mana gitu.
Indonesia Jadi Founding Members
Adapun Board of Peace resmi diluncurkan dalam sebuah seremoni di sela-sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Forum tersebut, diklaim bertujuan untuk mewujudkan perdamaian di Palestina, mendorong gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta merekonstruksi Gaza.
Presiden RI Prabowo Subianto menjadi satu di antara sejumlah pemimpin negara yang paling awal menandatangani Board of Peace di Swiss dan menandai bergabungnya Indonesia ke lembaga itu sebagai founding members atau anggota pendiri.
Tercatat, ada beberapa negara yang telah menyatakan ikut bergabung ke Dewan Perdamaian selain Indonesia, di antaranya adalah Arab Saudi, Bahrain, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Turkiye, Hungaria, Qatar, Israel, Bulgaria, Yordania, Kazakhstan, Mesir, Kosovo, Pakistan, Paraguay, dan Uni Emirat Arab.
Dari negara yang sudah bergabung tersebut, berarti ada delapan negara mayoritas penduduknya Islam di Board of Peace, yakni Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Turkiye, Mesir, Yordania, dan Indonesia.
Dengan ditandatanganinya piagam Board of Peace yang diketuai oleh Presiden AS Donald Trump ini, maka Indonesia juga sejajar dengan Israel sebagai anggota lembaga ini.
(Tribunnews.com/Rizki A.)