Sabtu, 13 Juni 2026

Bawa Pasien Serangan Jantung dan Stroke ke RSCM Tak Perlu Pikirkan Duit, Ini Penjelasannya

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu membawa pasien darurat, khususnya serangan jantung dan stroke ke RSCM. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
LAYANAN BPJS - Direktur Layanan Operasional, Dr.dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K), MPH dan Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Renan Sukmawan, ST, SpJP (K), Ph.D, MARS saat melakukan pengecekan pelayanan kesehatan di RSCM, Jakarta, Kamis (12/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Masyarakat tidak perlu ragu membawa pasien darurat, khususnya serangan jantung dan stroke ke RSCM
  • Code STEMI untuk serangan jantung dan Code Stroke untuk pasien stroke
  • RSCM mencatat beberapa kasus pasien PBI yang statusnya sempat terdeaktif

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Medik dan Keperawatan RSCM dr Renan Sukmawan SpJP(K) dan PhD, MARS mengimbau masyarakat untuk tidak ragu membawa pasien darurat, khususnya serangan jantung dan stroke ke RSCM

Hal itu sekaligus memastikan tidak ada pasien yang tertunda layanannya akibat persoalan status kepesertaan BPJS PBI  (Penerima Bantuan Iuran).

"Pasien yang serangan jantung dan stroke ke RSCM, enggak ada duit sama sekali, enggak usah dipikir. Itu urusan kami," ujar Renan di Gedung Kiara RSCM, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

RSCM, kata dia, telah mengimplementasikan sistem penanganan cepat yang dikenal dengan nama Code STEMI untuk serangan jantung dan Code Stroke untuk pasien stroke. 

Melalui hal ini, tindakan medis penyelamatan nyawa dilakukan tanpa memikirkan pembayaran di awal.

Baca juga: Keluh Wali Kota Ambon usai Ribuan Warganya Terimbas BPJS PBI yang Dinonaktifkan

Ia juga menyebut RSCM menyediakan layanan ambulans yang bisa dikontak melalui call center untuk menjemput masyarakat yang membutuhkan bantuan segera.

Renan menekankan bahwa dalam kondisi kritis, nyawa adalah prioritas utama. 

"Kalau tidak (ada penjaminan), kan itu menyangkut nyawa kan? Jadi RSCM akan meng-cover. Urusan belakangan apakah PBI, asuransi, atau lainnya," jelasnya.

Menanggapi isu penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI), ia memastikan bahwa layanan tetap berjalan normal.

Baca juga: Pimpinan RSCM Sidak Ruang Cuci Darah Setelah Ramai BPJS PBI Nonaktif, Keluarga Pasien Beri Pengakuan

Renan mencatat beberapa kasus pasien PBI yang statusnya sempat terdeaktif.

Namun, tetap mendapatkan pelayanan medis sepenuhnya, mulai dari penanganan di IGD hingga pemberian obat-obatan di poliklinik.

Ia menegaskan tidak ada perbedaan layanan antara pasien umum maupun JKN/PBI. 

Administrasi diposisikan sebagai urusan kedua setelah pasien dipastikan stabil. 

Hal ini disebut sejalan dengan arahan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin agar fasilitas kesehatan mendahulukan keselamatan pasien (save the life).

Selain penanganan darurat, RSCM juga menyoroti layanan Hemodialisa (HD) atau cuci darah yang menjadi salah satu layanan krusial.

Dalam setahun, RSCM melayani sekitar 27.000 tindakan cuci darah, atau berkisar 90 hingga 100 pasien setiap harinya. 

Sebagian besar dari pasien tersebut merupakan peserta JKN dan PBI yang tetap terlayani dengan baik tanpa kendala kepesertaan.

"Intinya, status administrasi tidak ada kaitannya dengan kualitas pelayanan yang kami berikan. Pasien harus segera terlayani agar bisa beraktivitas kembali," tutupnya.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved