Said Didu: Prabowo Pilih Gibran Jadi Cawapres Buntut Calon Lainnya Dikriminalisasi
Said Didu menyebut alasan Prabowo memilih Gibran sebagai cawapres karena calon lainnya dikriminalisasi. Hal ini diketahui usai bertemu Prabowo.
Ketika itu, banyak spekulasi bahwa putusan tersebut demi memuluskan langkah Ketua Umum PSI sekaligus putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep agar bisa mencalonkan diri sebagai calon gubernur (cagub) Jawa Tengah.
Baca juga: Hasto PDIP Respons Approval Rating Prabowo 80 Persen: Tugas Pemimpin Itu Mengatasi Kemiskinan
Kemudian, DPR pun berencana untuk merevisi UU Pilkada buntut dari putusan MA tersebut pada 22 Agustus 2024. Namun, berujung batal setelah masifnya aksi demonstrasi di depan Gedung DPR untuk membatalkan revisi tersebut.
Said Didu menganggap keputusan tersebut buntut perintah Prabowo ke Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Diketahui, Dasco merupakan Ketua Harian Partai Gerindra.
"Saat itu Dasco sudah menyatakan besoknya (setelah putusan MA) akan sidang pleno untuk mengubah UU Pilkada sesuai dengan putusan Mahkamah Agung."
"Kita tahu besoknya dibatalkan dan kita tahu yang memerintah Dasco ini ya cuma Pak Prabowo," jelasnya.
Dari rangkaian peristiwa ini, Said Didu pun akhirnya menyimpulkan bahwa Prabowo lepas dari pengaruh Jokowi.
Dia mengatakan segala pujian yang disampaikan Prabowo kepada Jokowi sebatas sebagai penghormatan terhadap ayah dari Gibran tersebut.
"Ketidaksadaran publik seakan-akan Bapak Prabowo ini masih dibayang-bayang Jokowi, saya ingin menyatakan memang mungkin cara Prabowo menghormati Joko Widodo, bukan berarti di bawah bayang-bayang Jokowi," ujarnya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)