Selasa, 14 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Akui 28 Ribu Siswa Keracunan MBG: Tapi 99,994 Persen Berhasil

Prabowo mengatakan sebagian besar 28 ribu rakyat yang keracunan MBG tidak perlu dirawat dan hanya sebagian kecil yang menjalani perawatan.

|
Penulis: Rifqah
Editor: Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
  • Menurut Prabowo angka 28 ribu kasus keracunan MBG tidak sebanding dengan jumlah keberhasilan pendistribusian MBG untuk 60,2 juga rakyat Indonesia yang sudah dijalankan sejauh ini
  • Apalagi, Prabowo mengatakan sebagian besar dari 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan setelah menerima MBG itu tidak perlu dirawat dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan perawatan
  • Oleh karena itu, Prabowo menilai bahwa program MBG ini sudah bisa dikatakan berhasil

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengakui masih ada 28 ribu penerima manfaat yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.

Namun, menurut Prabowo angka 28 ribu itu tidak sebanding dengan jumlah keberhasilan pendistribusian MBG untuk 60,2 juta rakyat Indonesia yang sudah dijalankan sejauh ini.

Apalagi, kata Prabowo, sebagian besar dari 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan setelah menerima MBG itu tidak perlu dirawat dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan perawatan.

"Dari 60.200.000 tersebut, kalau dijumlahkan selama ini kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan dan kita mengakui terdapat 28 ribu, katakanlah, penerimaan manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab."

"Statistiknya adalah kalau tidak salah 0,0006 (persen), berarti ini adalah 99,99994 (persen berhasil)," papar Prabowo dalam pidatonya di Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Oleh karena itu, Prabowo menilai bahwa program MBG ini sudah bisa dikatakan berhasil.

"Iya kan? Kita ingin zero error itu harus kita capai," tegas Prabowo.

Prabowo lantas mengatakan bahwa dia juga baru saja meresmikan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta, pada Jumat.

"Tadi pagi saya baru resmikan SPPG polisi, nanti begitu selesai jumlahnya akan lebih dari 1.100. Saya lihat dan saya kagum dengan kualitasnya, saya percaya saya dapat laporan dari Kepala BGN di tempat-tempat lain juga sudah sudah seperti itu," ungkap Prabowo.

Bahkan, kata Prabowo, alat-alat produksi dari dalam negeri yang digunakan di SPPG sudah cukup canggih untuk menjamin kebersihan air hingga kebersihan food tray.

"Juga mengatur limbah daripada MBG ini. Jadi, MBG ini hari ini sudah mencapai 23.000 lebih dapur SPPG," jelas Prabowo.

Baca juga: Soal Program MBG, Prabowo: Profesor-profesor Terkenal Ejek Saya dan Dituduh Macam-macam

"Pada puncaknya ini akan sampai 82 juta lebih penerimaan manfaat, pada ujungnya akan mencapai lebih dari 30.000 dapur dan tiap dapur mempekerjakan 50 orang," tambahnya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa pekerja dapur MBG sekarang ini diketahui sudah ada lebih dari 1 juta orang.

"Ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari. Tapi tiap dapur akan menimbulkan dan sudah menimbulkan 5 sampai 10 pemasok, masing-masing pemasok punya 3, 4, 5 petani yang bekerja, ekonomi di desa hidup, petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu."

"Semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh, karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin," kata Prabowo.

Hal tersebut, kata Prabowo, berhasil menumbuhkan ekonomi dari bawah.

"Para kepala daerah melaporkan bahwa mereka merasakan dinamisme dari bawah, ini hanya salah satu bukti awal dari 1 tahun kita bekerja dan ini akan terus kita buktikan dengan hasil nyata," tegasnya.

Prabowo Murka Diserang Habis-habisan Soal MBG

Saat meresmikan SPPG Polri, Prabowo secara terbuka menanggapi kritik yang beredar di ruang publik dan media sosial terkait program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah. 

Prabowo lantas meminta  Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk menginventarisasi video-video yang menilai program tersebut gagal atau merendahkan bangsa, sebagai bentuk evaluasi sekaligus pembuktian terhadap kinerja pemerintah.

"Pak Qodari tolong dikumpulin ya video klip-video klip yang ramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia, MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia," ujar Prabowo.

Mendengar arahan tersebut, Qodari yang sebelumnya duduk langsung berdiri dan memberikan gestur hormat, menandakan kesiapan menjalankan instruksi Presiden.

Prabowo pun mengatakan bahwa dirinya tidak habis pikir dengan tudingan yang menyebut program MBG sebagai penghinaan. 

Menurutnya, program tersebut justru dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak secara merata.

Prabowo kemudian menyinggung perjalanan pengabdiannya sejak masih bertugas sebagai perwira militer. 

Dia mengaku sejak berpangkat Letnan Dua telah menanamkan komitmen untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara, termasuk kesiapan berkorban demi kepentingan rakyat.

"Saya siap mati untuk republik. Kok saya sampai hati mau menghina? Tidak. Saya, sisa-sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan dan membangun Republik Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan optimisme pemerintah dalam menjalankan program MBG yang ditargetkan mampu menjangkau hingga 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. 

Pemerintah, kata Prabowo, akan terus melakukan penguatan infrastruktur layanan gizi serta distribusi pangan agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

Dia menegaskan, program MBG merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Saya ingin mati di atas jalan kebenaran, saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat. Kehormatan bagi seorang prajurit mati untuk rakyatnya. Masa saya mau menghina. Tapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama," pungkas Prabowo.

(Tribunnews.com/Rifqah/Taufik)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved