Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo: Ada 60,2 Juta Penerima Manfaat Program MBG, Setara Jumlah Penduduk Afrika Selatan
Prabowo pun merasa bangga. Program MBG menyasar tidak hanya anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan lansia yang bahkan hidup sebatang kara.
Ia juga menegaskan, dari angka keracunan hanya sedikit yang memerlukan perawatan medis.
Oleh karena itu, menurut Prabowo, program MBG juga harus tetap dianggap sukses.
Meski demikian, Prabowo menegaskan, pelaksanaan MBG terus diperbaiki agar mencapai nol kesalahan.
"Dan kita mengakui, terdapat 28.000 katakanlah penerima manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab," ujar ayah desainer Didit Hediprasetyo itu.
"28.000 ini, sebagian besar tidak perlu dirawat, hanya sebagian kecil [yang harus dirawat], dan 28.000 ini jika dibandingkan 4,5 miliar statistiknya adalah kalau tidak salah 0,0006 persen."
"Ini berarti 99,9994 [persen yang tidak mengalami gangguan]. In reality, ini harus dikatakan sebagai suatu usaha yang berhasil. Kita ingin zero error, itu yang harus dicapai."
MBG Disebut Pengusaha telah Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Lapisan Paling Bawah
Masih dalam pidato yang sama di acara Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo menyebut, dirinya mendapat laporan bahwa program MBG andalannya telah mendorong pertumbuhan ekonomi di lapisan paling bawah masyarakat Indonesia, yakni di tingkat desa atau kecamatan.
Ia juga mengungkap, para pelaku usaha yang tergabung dalam APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) menyebut bahwa konsumsi rumah tangga pada periode Januari 2026 meningkat berkat program MBG.
Para pelaku usaha menyampaikan laporan itu saat bertemu langsung dengan Prabowo.
Menurut Prabowo, laporan peningkatan konsumsi rumah tangga itu merupakan pembenaran bagi laporan para kepala daerah yang menyebut bahwa mereka telah melihat hasil nyata dari kebijakan yang dijalankan pemerintah.
"Setelah kita bekerja selama satu tahun, mulai beberapa hari ini, beberapa minggu ini, saya catat laporan dari kepala-kepala daerah. Beberapa gubernur, bupati, sekarang mereka baru melihat hasil, dampak riil dari berbagai kebijakan kita," tutur Prabowo saat berpidato di atas mimbar, sembari mengenakan setelan jas berwarna abu-abu gelap dan peci berwarna hitam.
"Mereka mengatakan di tingkat mereka, bahwa konsumsi rumah tangga meningkat dan ini dibenarkan."
"Saya beberapa hari lalu ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan, rombongan APINDO datang ke saya dipimpin ketua umumnya, datang ke saya 23 orang."
"Mereka laporan ke saya bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat dan yang mengatakan mereka, pelaku bisnis."
"Bahwa mereka merasakan MBG (makan bergizi gratis) telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga ini dan mendorong pertumbuhan di desa-desa, kecamatan-kecamatan, di lapisan yang paling bawah di ekonomi kita," lanjut kepala negara.