Rabu, 15 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo: Ada 60,2 Juta Penerima Manfaat Program MBG, Setara Jumlah Penduduk Afrika Selatan

Prabowo pun merasa bangga. Program MBG menyasar tidak hanya anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan lansia yang bahkan hidup sebatang kara.

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026) hari ini.
  • Dalam pidatonya, Prabowo mengungkap ada 60,2 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama pelaksanaannya sejak dimulai pada Januari 2025 lalu.
  • Menurutnya, angka penerima manfaat MBG itu sudah setara dengan jumlah penduduk di Afrika Selatan.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, ada sekitar 60,2 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama pelaksanaannya sejak dimulai pada Januari 2025 lalu.

Menurutnya, angka penerima manfaat MBG itu, sudah setara dengan jumlah penduduk di Afrika Selatan, sebuah negara yang terletak di ujung selatan benua Afrika.

Hal tersebut, disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).

Adapun informasi yang dikutip dari laman South Africa Gateway, jumlah populasi di negara dengan luas sekitar 1,22 juta kilometer persegi itu di pertengahan 2024 adalah 63.015.904 jiwa.

"Dari program makan bergizi gratis kita saja, hari ini kita telah mencapai 60.200.000 penerima manfaat, anak-anak Indonesia, ibu-ibu hamil, dan orang tua, lansia yang hidup sendiri dan tidak ada yang membantu," ucap Prabowo yang saat berpidato di mimbar, mengenakan setelan jas abu-abu tua dan peci warna hitam.

"60.200.000 tiap hari kita beri makan, kalau dihitung, berarti kita memberi makan penduduk sebesar Afrika Selatan. Tiap hari."

Prabowo pun merasa bangga. Program MBG-nya menyasar tidak hanya anak-anak, tetapi juga ibu hamil dan orang lanjut usia yang bahkan hidup sebatang kara.

Apalagi, program MBG itu diantar langsung ke rumah para ibu hamil dan lansia.

"Untuk ibu-ibu hamil, kita memberi, dianter ke rumah, untuk orang tua/lansia, dianter ke rumah," tutur Prabowo.

"Saya kira, di dunia, ini adalah suatu prestasi yang membanggakan dari segi manajemen, dari segi logistics, dari segi pengendalian."

"Saya kira ini mungkin harus dicatat sebagai prestasi yang membanggakan."

Baca juga: Prabowo: Pelaku Bisnis Sebut MBG Mendorong Pertumbuhan di Lapisan Paling Bawah Ekonomi Indonesia

Angka Keracunan hanya 0,0006 Persen

Prabowo menyebut, dengan 60.200.000 penerima manfaat MBG, maka total sudah ada 4,5 miliar porsi makanan yang diproduksi.

"Dari 60.200.000 tersebut, kalau dijumlahkan selama ini, kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan," ucap Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan RI yang lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951 itu tidak mengingkari bahwa memang ada kasus keracunan pada pelaksanaan program andalannya ini.

Namun, persentase keracunan itu hanya 0,0006 persen alias 28.000 jika dibandingkan dengan 4,5 miliar porsi makanan MBG yang sudah didistribusikan.

Ia juga menegaskan, dari angka keracunan hanya sedikit yang memerlukan perawatan medis.

Oleh karena itu, menurut Prabowo, program MBG juga harus tetap dianggap sukses.

Meski demikian, Prabowo menegaskan, pelaksanaan MBG terus diperbaiki agar mencapai nol kesalahan.

"Dan kita mengakui, terdapat 28.000 katakanlah penerima manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab," ujar ayah desainer Didit Hediprasetyo itu.

"28.000 ini, sebagian besar tidak perlu dirawat, hanya sebagian kecil [yang harus dirawat], dan 28.000 ini jika dibandingkan 4,5 miliar statistiknya adalah kalau tidak salah 0,0006 persen."

"Ini berarti 99,9994 [persen yang tidak mengalami gangguan]. In reality, ini harus dikatakan sebagai suatu usaha yang berhasil. Kita ingin zero error, itu yang harus dicapai."

MBG Disebut Pengusaha telah Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Lapisan Paling Bawah

Masih dalam pidato yang sama di acara Indonesia Economic Outlook 2026, Prabowo menyebut, dirinya mendapat laporan bahwa program MBG andalannya telah mendorong pertumbuhan ekonomi di lapisan paling bawah masyarakat Indonesia, yakni di tingkat desa atau kecamatan.

Ia juga mengungkap, para pelaku usaha yang tergabung dalam APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) menyebut bahwa konsumsi rumah tangga pada periode Januari 2026 meningkat berkat program MBG.

Para pelaku usaha menyampaikan laporan itu saat bertemu langsung dengan Prabowo.

Menurut Prabowo, laporan peningkatan konsumsi rumah tangga itu merupakan pembenaran bagi laporan para kepala daerah yang menyebut bahwa mereka telah melihat hasil nyata dari kebijakan yang dijalankan pemerintah.

"Setelah kita bekerja selama satu tahun, mulai beberapa hari ini, beberapa minggu ini, saya catat laporan dari kepala-kepala daerah. Beberapa gubernur, bupati, sekarang mereka baru melihat hasil, dampak riil dari berbagai kebijakan kita," tutur Prabowo saat berpidato di atas mimbar, sembari mengenakan setelan jas berwarna abu-abu gelap dan peci berwarna hitam.

"Mereka mengatakan di tingkat mereka, bahwa konsumsi rumah tangga meningkat dan ini dibenarkan."

"Saya beberapa hari lalu ketemu pemimpin-pemimpin industri dan perdagangan, rombongan APINDO datang ke saya dipimpin ketua umumnya, datang ke saya 23 orang."

"Mereka laporan ke saya bulan Januari ini konsumsi rumah tangga meningkat dan yang mengatakan mereka, pelaku bisnis."

"Bahwa mereka merasakan MBG (makan bergizi gratis) telah mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga ini dan mendorong pertumbuhan di desa-desa, kecamatan-kecamatan, di lapisan yang paling bawah di ekonomi kita," lanjut kepala negara.

Prabowo pun yakin, Indonesia akan bangkit dimulai dari lapisan ekonomi paling bawah tersebut.

Presiden RI ke-8 itu merasa optimis, ekonomi Indonesia pada 2026 akan membaik.

Ia juga menegaskan, pihak-pihak yang meremehkan Indonesia dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik demi masyarakat Indonesia.

"Dari sinilah, dari lapisan paling bawah Indonesia akan bangkit menjadi ekonomi yang dinamis," ucap Prabowo.

"Saya percaya, ekonomi kita akan sangat baik tahun ini."

(Tribunnews.com/Rizki A.)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved