Kabinet Prabowo Gibran
Target Bangun 5.000 Desa Nelayan pada 2029, Prabowo: Selama RI Berdiri, Nelayan Tidak Diperhatikan
Presiden RI Prabowo Subianto berjanji, pemerintah akan membantu mengubah nasib para nelayan dengan membangun Desa Nelayan yang lengkap fasilitasnya.
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, pemerintah menargetkan untuk membangun total 5.000 Desa Nelayan pada 2029.
- Menurut Prabowo, selama 80 tahun Republik Indonesia berdiri, selama itu pula nelayan tidak diperhatikan oleh pemerintah.
- Prabowo pun berjanji, pemerintah akan membantu mengubah nasib para nelayan dengan membangun Desa Nelayan yang lengkap fasilitasnya.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap, pemerintah menargetkan untuk membangun 1.000 Desa Nelayan pada tahun 2026 ini.
Nantinya, ditargetkan ada total 5.000 Desa Nelayan yang sudah dibangun pada 2029.
Prabowo menyebut, selama 80 tahun Republik Indonesia berdiri, selama itu pula nelayan tidak diperhatikan oleh pemerintah.
Sehingga, menurutnya, pembangunan Desa Nelayan adalah wujud perhatian pemerintah bagi masyarakat yang mata pencahariannya menangkap ikan atau biota air lainnya (seperti udang, rumput laut, kerang) di laut.
"Kita juga sudah mulai membangun desa-desa nelayan. Tahun 2026, akan tercapai 1.000 desa nelayan," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta pada Jumat (13/2/2026).
"Tiap desa nelayan terdiri dari sekian ratus, ada 300, 500, ada yang sampai 2.000 nelayan yang selama Republik Indonesia berdiri, belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia."
Prabowo pun menyebutkan sejumlah kesulitan yang dihadapi oleh para nelayan Indonesia selama ini.
Misalnya, tidak memiliki fasilitas penyimpanan beku yang memadai dalam menjaga hasil tangkapan mereka, sulitnya mendapat solar sebagai bahan bakar kapal atau perahu, sulitnya memperoleh pasar, hingga tidak adanya dermaga yang layak.
Mantan Menteri Pertahanan RI itu pun berjanji, pemerintah akan membantu mengubah nasib para nelayan dengan membangun Desa Nelayan yang lengkap fasilitasnya.
Di antara fasilitas Desa Nelayan yang dimaksud adalah pabrik es, cold storage (penyimpanan dingin), dermaga, hingga kapal maupun transportasi lainnya.
"Nelayan-nelayan kita belum pernah mendapat perhatian, mereka tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka," ucap Prabowo.
Baca juga: Menengok Kebun Hidroponik SPPG Palmerah yang Diresmikan Prabowo: Hamparan Hijau di Tengah Ibu Kota
"Mereka sulit dapat solar, mereka sulit dapat akses ke pasar."
"Ini kita ubah totalnya dalam empat tahun mendatang, kita akan membangun 5.000 desa nelayan."
"Tiap desa nelayan, kita akan bangun pabrik es, cold storage, dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan."
Prabowo menegaskan, program ini sudah diorganisir oleh pemerintah melalui koperasi, sehingga para nelayan akan secara kolektif mengelola aktivitas produksi, distribusi, hingga pembiayaan.
Ketua Umum Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) itu juga menegaskan, pemerintah akan memberi dukungan pembiayaan yang longgar melalui perbankan.
Nantinya, segala pembiayaan yang dikeluarkan untuk pembangunan dan operasional dapat dikembalikan kepada bank dan pemerintah oleh koperasi nelayan dengan tenor atau jangka waktu antara 10 hingga 12 tahun.
"Ini semua bukan handout, bukan kita bagi-bagi, ini kita organisir melalui koperasi, semua pengeluaran akan mereka bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah," jelas Prabowo.
"Sekarang sudah ada 100 di berbagai titik, target kita di 2026 ini 1.000, dan pada 2029 nanti 5.000 desa nelayan, yang nanti mereka akan kembalikan investasi itu, kita kasih kelonggaran, mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka, kita beri kelonggaran, pengembaliannya bisa lebih dari 10 tahun, 11-12 tahun, tidak ada masalah."
Prabowo juga menegaskan Desa Nelayan itu, jika mampu, juga akan diberi kemudahan regulasi dan fasilitas untuk melaksanakan ekspor hasil produksi.
"Nanti, desa-desa itu akan kita beri kebebasan kalau dia mampu, kita akan permudah akses untuk ekspor langsung," kata Prabowo.
"Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan terbang, boleh ekspor langsung, kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi secara mendasar, dan mereka akan menghasilkan protein yang tidak terlalu mahal untuk seluruh rakyat Indonesia."
Desa Nelayan: Program untuk Perkuat Sektor Kelautan dan Perikanan
Desa Nelayan merupakan program pemerintah yang dilaksanakan untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang dimiliki Indonesia.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memanfaatkan potensi laut nasional secara berkelanjutan.
Melalui program Desa Nelayan, pemerintah berupaya menghadirkan solusi nyata bagi pemberdayaan komunitas nelayan di seluruh Tanah Air.
Dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025, di Hotel The St. Regis pada Rabu (15/10/2025) lalu, Presiden RI Prabowo Subianto pernah menyebut, belum ada program peningkatan kesejahteraan nelayan yang efektif.
“Jadi pada dasarnya, dalam 80 tahun sejarah Indonesia, belum ada program yang benar-benar efektif untuk memberdayakan komunitas nelayan kami. Dan inilah yang sedang kami coba lakukan,” ujar Prabowo, dikutip dari laman setkab.go.id.
Ia menjelaskan, program Desa Nelayan dimulai dengan proyek percontohan yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI.
Salah satu model yang dikembangkan disebut Fishing Village Project yaitu desa dengan sekitar 2.000 nelayan yang direorganisasi dan difasilitasi dengan infrastruktur memadai.
Prabowo menyebut, pemerintah membangun dermaga sederhana, menyediakan fasilitas produksi es, cold storage, serta panel surya untuk kebutuhan energi. Selain itu, disiapkan pula klinik bersih dan sekolah yang layak bagi keluarga nelayan.
“Dan kami menemukan dari kesaksian mereka, setelah satu setengah hingga dua tahun, pendapatan mereka meningkat hingga 100 persen. Itu luar biasa. Saya sendiri sangat terkejut. Saya pikir mungkin 40 persen, 50 persen, tapi ternyata meningkat 100 persen, dan semua itu hanya karena hal-hal dasar seperti es, dan tentu saja fasilitas untuk pelelangan ikan,” tutur Prabowo.
Dengan tersedianya fasilitas pelelangan, ikan segar dari desa nelayan kini dapat dijual langsung dengan harga lebih baik, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pemerintah berencana mereplikasi model Desa Nelayan secara nasional.
Tahun 2025, program tersebut telah membangun 65 desa, dan ditargetkan hingga akhir tahun 2026 akan mencapai 1.000 desa nelayan di seluruh Indonesia.
“Dan targetnya adalah pada akhir tahun 2026, kami akan membangun setidaknya 1.000 desa seperti ini di seluruh Indonesia. Seribu desa berarti akan memberdayakan dua juta nelayan. Dua juta nelayan dengan istri mereka dan mungkin dua anak, itu berarti delapan juta orang Indonesia,” ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan, keberhasilan program Desa Nelayan juga akan memperkuat pasokan protein segar bagi masyarakat dan terhubung dengan jaringan koperasi desa.
Saat ini, pemerintah telah membentuk lebih dari 81.000 koperasi desa yang masing-masing memiliki gudang, cold storage, minimarket, apotek, dan klinik sendiri.
Setiap koperasi juga akan memperoleh pembiayaan untuk dua truk pengangkut hasil produksi, agar distribusi ke pasar berjalan lancar.
“Saya pikir ini akan menjadi waktu yang menarik bagi Indonesia. Saya bersemangat karena saya melihat mimpi dan konsep ini sedang menjadi kenyataan saat kita duduk di sini hari ini,” paparnya.
(Tribunnews.com/Rizki A.)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/prabski-outlook-dmf.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.