Ketua BEM UGM Diteror
Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Diteror hingga Dikuntit Dua Orang Berbadan Tegap
Sosok Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang baru-baru ini dapat teror via SMS hingga dikuntit dua orang berbadan tegap.
Bergabungnya Tiyo dengan PKBM Omah Dongeng Marwah justru membuat dirinya berkembang sesuai minat dan bakatnya.
Selama masih menempuh pendidikan di PKBM Omah Dongeng Marwah, Tiyo menjadi sutradara sekaligus aktor untuk pertunjukan teater.
Ia pernah menjadi penulis naskah dan sutradara untuk teater Anang-ing Muria yang dipentaskan di Universitas Muria Kudus pada 25 Desember 2018.
Selain itu, ia juga pernah meraih predikat Penyaji Terbaik 2 dalam Festival Monolog Bahasa Jawa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Semarang (UNNES) tahun 2020.
Tiyo juga mendapat Juara 1 Lomba Baca Puisi Inspiratif Tingkat Nasional yang diadakan Penerbit Erlangga pada 2021.
Di tahun 2019, Tiyo tergabung dalam antologi Sesapa Mesra Selinting Cinta (BBJT) bersama lebih dari 140 penyair dari ASia Tenggara.
Dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Tiyo juga pernah diundang sebagai penyair termuda dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI 2019.
Di usianya yang masih muda, Tiyo juga pernah menyunting buku Boeng - Antologi Puisi Kebangkitan Kaum Muda di tahun 2020.
Pada 2024 lalu, Tiyo baru saja merampungkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Slungkep, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.
Tiyo diketahui resmi menjabat sebagai Ketua BEM KM UGM pada Januari 2025.
Tiyo Ardianto Viral Usai Bentangkan Poster #Bebaskan Kawan Kami
Pada awal Juli 2025, Tiyo Ardianto membentangkan poster bertuliskan #BebaskanKawanKami di hadapan Komisi III DPR RI dan Kapolda DIY.
Aksi itu sebagai bentuk tuntutan Tiyo dan teman-temannya untuk membebaskan sejumlah mahasiswa yang ditangkap dalam aksi May Day di Jakarta dan Semarang pada Mei 2025.
"Hal ini menodai semangat demokrasi, menodai marwah demokrasi. Sampai hari ini, dari Komisi III tidak ada satupun komentar, tidak ada satupun keprihatinan, selama dua bulan terakhir ini," kata Tiyo di hadapan Komisi III DPR RI dan Kapolda DIY, Rabu (2/7/2025), dikutip dari video Kompas.com.
"Sementara kalau bicara tugas aparat kepolisian yang dicatat selama setahun terakhir, sudah ada 600 kasus kekerasan, tetapi Komisi III hanya diam dan tidak memberi komentar, tidak ada pembelaan thd massa aksi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ketua-BEM-UGM-Tiyo-Ardianto-kolase-kolase.jpg)