Rabu, 8 April 2026

Ramadan 2026

Menteri Agama Ajak Umat Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Harmoni Bangsa

Ramadan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan

Penulis: Fahdi Fahlevi
Tangkap layar YouTube KompasTV
BULAN RAMADAN – Menteri Agama Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026), sebelum memimpin sidang isbat awal Ramadan 1447 H/2026 M. Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan 1447 H/2026 M sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial dan harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan 1447 H/2026 M sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial
  • Menurutnya, Ramadan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan
  • Dirinya menegaskan ibadah puasa mengajarkan pengendalian diri dan hidup secara proporsional

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh umat Islam menjadikan Ramadan 1447 H/2026 M sebagai momentum memperkuat kesalehan sosial dan harmoni kebangsaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Menurutnya, Ramadan harus menghadirkan dampak yang tidak hanya terasa secara personal, tetapi juga memperkuat solidaritas dan persaudaraan kebangsaan.

Baca juga: Selama Ramadan Penumpang Boleh Batalkan Puasa di Kereta Commuter Line

"Ramadan adalah momentum untuk memperkuat kesalehan sosial dan merawat harmoni kebangsaan. Ia bukan sekadar ibadah individual, tetapi madrasah ruhani yang membentuk kepedulian, empati, dan tanggung jawab kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia," ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Dirinya menegaskan ibadah puasa mengajarkan pengendalian diri dan hidup secara proporsional. 

Nilai tersebut dinilai penting untuk membangun kehidupan sosial yang adil, tidak eksploitatif, serta berkelanjutan, baik terhadap sesama maupun terhadap alam.

"Ramadan mendidik kita bahwa hidup bukan tentang memuaskan segala keinginan, tetapi tentang kesadaran untuk hidup secara seimbang. Pengendalian diri inilah fondasi bagi keberlanjutan kita sebagai bangsa yang bermartabat," katanya. 

Terkait adanya potensi perbedaan dalam mengawali Ramadan tahun ini, dirinya mengajak masyarakat menyikapinya dengan kedewasaan dan semangat persaudaraan. 

Nasaruddin menekankan bahwa perbedaan merupakan bagian dari kebhinekaan bangsa Indonesia.

"Jadikanlah perbedaan sebagai rahmat, bukan sekat. Jangan biarkan perbedaan hitungan melunturkan kedekatan hati. Dalam perbedaan itulah kualitas toleransi kita diuji dan ditingkatkan," katanya.

Menag juga mengimbau masyarakat untuk menjaga harmoni dan memperkuat solidaritas sosial selama Ramadan.

Ia mengingatkan teladan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai pribadi paling dermawan, terutama di bulan suci.

"Jadikan bulan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial. Pastikan keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat," ujarnya.

Ia berharap, Ramadan kali ini dapat melahirkan pribadi-pribadi yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga menghadirkan kebaikan nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Atas nama Menteri Agama Republik Indonesia, saya mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Marhaban ya Ramadan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan bagi Indonesia tercinta,” pungkasnya.

Baca juga: MUI Ajak Imam Masjid Baca Qunut Nazilah untuk Rakyat Palestina Selama Ramadan

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved