Dewan Perdamaian
Eggi Sudjana Minta Prabowo Tak Gabung Dewan Perdamaian, Singgung Dukungan untuk Palestina
Eggi Sudjana minta Prabowo tak gabung Dewan Perdamaian Trump, sebut langkah itu bisa mencederai dukungan Indonesia untuk Palestina.
Ringkasan Berita:
- Aktivis Eggi Sudjana meminta Presiden Prabowo Subianto tidak bergabung dengan Presiden AS Donald Trump dalam forum Board of Peace.
- Menurutnya, langkah itu berpotensi mencederai komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
- Eggi menegaskan Israel tidak menunjukkan niat damai sehingga tidak layak diterima dalam solusi dua negara.
TRIBUNNEWS.COM - Aktivis Eggi Sudjana meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak bergabung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam forum Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
Menurut Eggi, langkah tersebut berpotensi mencederai komitmen Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Janganlah gabung sama Donald Trump! Karena dia itu penjajah luar biasa. Negara orang saja presidennya main comot. Kasihan umat Islam dibantai di sana,” ujar Eggi di Jakarta, Rabu (18/2/2026), dikutip dari Kompas TV.
Eggi menekankan bahwa Al-Qur’an mengajarkan perdamaian, namun jika salah satu pihak menolak, maka harus ada sikap tegas.
Ia menilai Israel tidak menunjukkan niat damai sehingga tidak layak diterima dalam solusi dua negara.
Ia berharap pesan moralnya didengar Presiden Prabowo.
“Mudah-mudahan Prabowo diberi hidayah oleh Allah. Berani lawan Donald Trump, berani bela Palestina all out,” tegasnya.
Eggi juga mengingatkan bahwa Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Saat ini, Presiden Prabowo tengah berada di Washington DC untuk pertemuan bilateral dengan Presiden Trump.
Selain itu, ia dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi perdana Board of Peace pada 19 Februari 2026, yang membahas stabilitas keamanan dunia.
Baca juga: Cendekiawan Muslim Filipina Ingatkan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian: Hati-hati Kedok Israel
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Trump Bahas Kerja Sama Strategis
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Amerika Serikat pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 11.55 waktu setempat.
Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo disambut sejumlah pejabat penting, di antaranya Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan RI Washington Marsma TNI E. Wisoko Aribowo, serta Maintenance Group Commander Colonel Gary Charland.
Usai penyambutan, Presiden Prabowo langsung menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Washington DC.
Agenda Pertemuan Bilateral dengan Donald Trump
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo kali ini memiliki agenda utama, yakni pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pertemuan tersebut akan difokuskan pada penguatan hubungan Indonesia-AS, termasuk kerja sama strategis di bidang ekonomi.
“Presiden Prabowo diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Pertemuan difokuskan untuk membahas penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, serta kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang,” tulis Teddy dalam keterangan resminya.
Baca juga: Hamas: Dewan Perdamaian Trump Jangan Sampai Jadi Kedok Israel Lanjutkan Perang di Gaza
Diplomasi Aktif untuk Penguatan Ekonomi Nasional
Teddy menambahkan, kunjungan ini merupakan bagian dari langkah diplomasi langsung Presiden Prabowo dalam memperkuat rantai ekonomi serta mendorong produktivitas industri dalam negeri melalui kerja sama internasional.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” lanjutnya.
Rombongan Pendamping Presiden
Dalam penerbangan menuju Amerika Serikat, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kunjungan ini menjadi perhatian publik karena dipandang sebagai momen penting dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam bidang perdagangan dan investasi strategis.
(KompasTV/Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Eggi-Sudjana-Damai-Hari-Lubis_5.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.