Selasa, 12 Mei 2026

Ramadan 2026

Menag Nasaruddin Umar Tausiyah Salat Tarawih Perdana di Istiqlal: Ramadan Hijau, Ramadan Bersama

Ribuan jemaah sesaki Istiqlal, Menag Nasaruddin Umar beri tausiyah Ramadan hijau: pesan sahabat alam dan kebersamaan umat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Abdul Qodir
Tangkap layar Youtube
SALAT TARAWIH PERDANA – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyampaikan tausiyah sebelum salat tarawih perdana Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu malam (18/2/2026). Dalam pesannya bertema “Ramadan Hijau, Sahabat Alam”, ia mengajak jemaah meneguhkan niat puasa sekaligus menjaga harmoni dengan alam. 

Ringkasan Berita:
  • Ribuan jemaah sesaki Istiqlal, Ramadan perdana penuh khidmat
  • Menag Nasaruddin Umar ajak umat sahabat alam lewat Ramadan hijau
  • Pesan demaskulinisasi teologi bikin jemaah terdiam penuh renungan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAMenteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyampaikan tausiyah bertema “Ramadan Hijau, Ramadan Bersama” sebelum salat tarawih perdana Ramadan 1447 H/2026 M di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu malam (18/2/2026).

Dalam pesannya, ia mengajak jemaah meneguhkan niat puasa sekaligus menjaga harmoni dengan alam.

 
Ramadan Hijau: Membakar Dosa, Menjinakkan Hati

Dalam tausiyahnya, Nasaruddin Umar menekankan makna puasa sebagai proses “membakar” dosa-dosa yang dilakukan selama sebelas bulan sebelumnya.

“Camkan dalam diri kita, bulan Ramadan ini saya akan menjinakkan diri, meluruskan pikiran, melembutkan hati, menegarkan langkah, dan membersihkan isi kepala. Itu namanya Ramadan hijau,” ujarnya.

Pesan Ramadan hijau dikaitkan dengan kesadaran ekologis.

Nasaruddin mengingatkan agar manusia bersahabat dengan alam semesta, memberi hak pada binatang dan tumbuhan. 

“Kalau alam murka, yang terjadi adalah longsor, tsunami, gempa, banjir,” tegasnya.

 
Hijrah dari Maskulin ke Feminin

Selain pesan ekologis, Nasaruddin mengajak umat melakukan “demaskulinisasi” teologi.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum hijrah dari kehidupan super maskulin menuju nilai-nilai feminim yang lebih lembut dan menyejukkan.

“Teologi kita perlu diperbaiki. Bagaimana melakukan demaskulinisasi terhadap kebiasaan teologi yang maskulin itu. Berpuasalah dengan penuh kesejukan dan ketenangan,” katanya.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 di Kota Gorontalo, Lengkap Selama Sebulan

 
Atmosfer Kebersamaan di Istiqlal

TARAWIH PERDANA - Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat menggelar ibadah tarawih perdana pada Rabu malam (18/2/2026). Sebagaimana diketahui pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 Masehi atau hari pertama puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026/ Danang Triatmojo
TARAWIH PERDANA - Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat menggelar ibadah tarawih perdana pada Rabu malam (18/2/2026). Sebagaimana diketahui pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H/2026 Masehi atau hari pertama puasa jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026/ Danang Triatmojo (Tribunnews.com/Danang Triatmojo)

Pantauan Tribunnews.com menunjukkan jemaah terus berdatangan hingga malam. Plaza Al Fattah dipenuhi keluarga bersama anak-anak, sementara parkiran basemen penuh antrean pengambilan tiket.

Stand makanan dan perlengkapan ibadah di pelataran menambah semarak Ramadan.

Pihak pengelola masjid berulang kali mengingatkan jemaah menjaga barang bawaan, menaruh sandal dan sepatu di tempat yang tersedia untuk mencegah kehilangan.

Di dalam masjid, lantai utama sesak oleh jemaah. Lantai dua pun digunakan untuk menampung mereka yang tidak kebagian tempat.

Atmosfer kebersamaan terasa kuat, menandai semangat umat menyambut Ramadan di masjid terbesar Asia Tenggara.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, melalui sidang isbat Selasa (17/2/2026).

Tausiyah perdana di Istiqlal menjadi simbol awal perjalanan spiritual umat Islam di bulan suci.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved