Sabtu, 16 Mei 2026

Kapal Inti Mariana 7 Terbakar di Selat Sunda, 1 Orang Meninggal Dunia, 2 Dalam Pencarian

Kapal KM Inti Mariana 7 (114 GT) yang mengangkut 31 orang Anak Buah Kapal (ABK) mengalami kebakaran hebat di perairan Selat Sunda.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
HO/Dinas Penerangan TNI AL
KAPAL TERBAKAR - Kapal KM Inti Mariana 7 (114 GT) yang mengangkut 31 orang ABK mengalami kebakaran hebat di perairan Selat Sunda, Rabu (19/2/2026). Dalam proses evakuasi yang dilakukan oleh tim TNI AL bersama kapal ikan lain yang melintas, tercatat total 31 ABK berhasil ditangani dengan rincian 28 orang dinyatakan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 2 orang dalam pencarian. 
Ringkasan Berita:
  • ABK sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, tapi kobaran api justru semakin membesar karena menjalar ke arah tangki BBM
  • Seluruh barang pribadi milik ABK dilaporkan ludes terbakar
  • Kebakaran berawal dari ruang mesin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapal KM Inti Mariana 7 (114 GT) yang mengangkut 31 orang Anak Buah Kapal (ABK) mengalami kebakaran hebat di perairan Selat Sunda, Rabu (19/2/2026).

Kapal tersebut sebelumnya bertolak dari Muara Baru, Jakarta menuju perairan Panaitan.

Nakhoda kapal, Mukriyanto (53), menerangkan api pertama kali muncul dari ruang mesin.

Meski seluruh ABK sempat berupaya memadamkan api menggunakan APAR, menurutnya, kobaran api justru semakin membesar karena menjalar ke arah tangki BBM.

Mukriyanto pun lantas menginstruksikan seluruh kru untuk menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.

Baca juga: Pemadaman Kebakaran Kapal Nelayan di Tegal Berlangsung hingga 5 Hari

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan petugas Jaga Kodal Lanal Banten di bawah jajaran Komando Armada (Koarmada) I menerima informasi mengenai adanya kebakaran kapal tersebut pada pukul 08.45 WIB. 

Selain itu terlihat kepulan asap hitam membumbung tinggi di laut melalui pantauan kamera pengawas Surveillance Delivery System (SDS) Lanal Banten.

Menindaklanjuti hal tersebut, kata dia, Komandan Lanal Banten segera memerintahkan unsur operasional yaitu RBB Pulau Deli, untuk menuju lokasi kejadian guna melaksanakan evakuasi medis darurat.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Kapal MT Kristin di Mataram yang Akibatkan 2 Orang Meninggal

"Dalam proses evakuasi yang dilakukan oleh tim TNI AL bersama kapal ikan lain yang melintas, tercatat total 31 ABK berhasil ditangani dengan rincian 28 orang dinyatakan selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 2 orang saat ini masih dalam proses pencarian intensif," kata Tunggul saat dikonfirmasi pada Kamis (19/2/2026).

Dia menjelaskan seluruh korban selamat segera dibawa ke Balai Pengobatan (BP) Lanal Banten untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Sementara itu, kata dia, korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Panggung Rawi. 

Kemudian seluruh barang pribadi milik ABK dilaporkan ludes terbakar, dan hanya dokumen kapal yang berhasil diselamatkan oleh Nakhoda.

Lanal Banten, kata dia, telah berkoordinasi dan menyerahkan penanganan perkara serta tindak lanjut ABK kepada Ditpolairud Polda Banten.

Hingga saat ini, lanjutnya, unsur TNI AL masih bersiaga dan melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan.

"Aksi cepat tanggap ini merupakan implementasi nyata dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali agar unsur TNI Angkatan Laut selalu sigap dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP)," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved