Khutbah Jumat, 20 Februari 2026: Aktualisasi Nilai Puasa dalam Kehidupan
Khutbah Jumat 20 Februari 2026 Aktualisasi Nilai Puasa dalam Kehidupan, mengajak umat Islam mengamalkan nilai-nilai puasa dalam kehidupan sehari-hari.
TRIBUNNEWS.COM - Khutbah Jumat, 20 Februari 2026, berjudul Aktualisasi Nilai Puasa dalam Kehidupan.
Khutbah Jumat merupakan ceramah agama yang disampaikan oleh seorang khatib sebelum pelaksanaan salat Jumat.
Pada kesempatan khutbah Jumat yang penuh berkah ini, khatib mengangkat tema penting yakni tentang ibadah puasa yang diwajibkan hanya pada bulan Ramadan.
Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ibadah yang sarat dengan nilai spiritual, sosial, dan moral.
Tema ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar tidak hanya menjalankan puasa secara ritual, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Melansir laman Suara Muhammadiyah, berikut teks khutbah Jumat 20 Februari 2026 yang ditulis oleh Dosen STIQ Kepulauan Riau sekaligus Ketua Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Batam, Abdur Rauf.
Baca juga: Khutbah Jumat, 20 Februari 2026: Berburu Ampunan, Rahmat, dan Surga di Bulan Puasa Ramadan
Aktualisasi Nilai Puasa dalam Kehidupan
الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Ramadhan adalah bulan istimewa dan spesial. Ramadan menjadi bulan yang banyak dirindukan orang, tidak hanya umat Muslim saja, tapi juga komunitas agama lain. Bulan ini seakan-akan menjadi keberkahan tersendiri bagi semua umat manusia. Hal ini juga membuktikan bahwa ajaran Islam itu benar-benar membawa rahmat bagi seluruh alam.
Ramadhan menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan spiritualitas diri, baik secara vertikal kepada Allah maupun secara horizontal kepada sesama manusia dan alam. Salah satu ibadah wajib yang harus dilaksanakan di bulan Ramadan adalah puasa. Ibadah puasa diwajibkan hanya pada bulan Ramadan saja, barangkali ini juga menjadi alasan kenapa Ramadan termasuk bulan yang istimewa dan spesial. Kewajiban puasa Ramadan dijelaskan Allah SwT di dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah/ 2: 183)
Dalam Tafsir Al-Azhar, Hamka menjelaskan bahwa kalau suatu ayat diawali dengan seruan kepada orang beriman, maka ayat tersebut akan mengandung suatu hal penting atau suatu larangan berat. Allah SwT telah memperhitungkan terlebih dahulu bahwa yang siap dan bersedia untuk menerima perintah-Nya itu hanya orang yang beriman. Maka, perintah puasa ini diserukan kepada orang-orang yang beriman. Seandainya perintah puasa itu tidak dijatuhkan kepada orang beriman niscaya perintah itu tidak akan terealisasi.
Puasa tidak hanya sekadar aktivitas menahan lapar dan dahaga semata, tapi lebih jauh dari itu puasa juga berimplikasi kepada peningkatan spiritualitas. Hal ini dapat kita perhatikan diujung ayat QS. Al-Baqarah (2) ayat 183 di atas bahwa puasa dapat membentuk diri kita menjadi pribadi yang bertakwa. Maka, kita bisa memahami juga bahwa tanda suksesnya Ramadan kita adalah terinternalisasinya sifat takwa dalam diri kita.
Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Di antara nilai-nilai puasa yang dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah:
Pertama, nilai kejujuran (integritas). Orang berpuasa tercermin dalam dirinya sifat kejujuran. Sebab, puasa merupakan ibadah rahasia antara kita dan Allah. Kita bisa saja makan dan minum di tempat sepi tanpa ada seorang pun yang melihat, tetapi kita tidak melakukan hal yang demikian karena selalu merasa diawasi oleh Allah SwT. Jika nilai ini diaktualisasikan dalam kehidupan, maka seorang pejabat tidak akan korupsi, pebisnis tidak akan berlaku curang, dan seterusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/salat-jumat-di-masjid-agung-jami-kota-malang_20240315_162339.jpg)