Dewan Perdamaian
GP Ansor Nilai Kehadiran Prabowo di Board of Peace Jaga Perdamaian Global
Addin Jauharudin menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam forum BOP untuk memperkuat peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharudin, menilai kehadiran Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan dialog dan penjaga perdamaian dunia.
- Addin menyebut ada tiga pesan utama yang dibawa Prabowo: mengutamakan dialog, menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan politik jangka pendek, serta menjaga stabilitas global.
- Sikap ini dinilai sejalan dengan tradisi diplomasi Indonesia sejak era Soekarno.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharudin menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam forum Board of Peace (BOP) untuk memperkuat peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Menurut Addin, langkah Prabowo ini upaya nyata menjaga harapan perdamaian.
"Presiden Prabowo menghadirkan Indonesia sebagai jembatan dialog di tengah dunia yang terbelah. Ini strategi yang tenang namun tegas," ujar Addin dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).
Addin menilai kehadiran Indonesia dalam Board of Peace membawa pesan bahwa perdamaian harus diperjuangkan secara kolektif.
Dirinya mencatat sedikitnya tiga pesan utama yang dibawa Presiden Prabowo dalam forum tersebut.
Pertama, dunia membutuhkan dialog, bukan saling menyalahkan.
Kedua, kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik jangka pendek.
Ketiga, stabilitas global menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan semua bangsa, termasuk Indonesia.
Addin menilai langkah tersebut sejalan dengan tradisi diplomasi Indonesia sejak era Presiden pertama RI, Soekarno, yang juga kerap mengambil langkah strategis dalam percaturan global demi kepentingan nasional.
Dalam isu Palestina–Israel, Addin menilai Prabowo tetap membawa sikap konsisten Indonesia, yakni mendukung kemerdekaan Palestina dan mendorong gencatan senjata permanen.
Serta memperjuangkan solusi dua negara sesuai hukum internasional.
Selain sikap politik, Indonesia juga terus terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak konflik.
"Indonesia tidak hanya bersuara, tetapi juga bertindak. Tegas dalam prinsip, bijak dalam pendekatan," kata Addin.
GP Ansor menilai keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bukan sekadar simbol diplomatik, melainkan upaya membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang stabil dan mampu menjadi penengah.
Stabilitas global, menurut Addin, berdampak langsung pada kelancaran perdagangan, meningkatnya kepercayaan investasi, serta terjaganya prospek ekonomi nasional.
Baca juga: Ketika Hadroh dan Barongsai Berpadu: Potret Harmoni Imlek di Markas GP Ansor
"Di tengah dunia yang gaduh, Indonesia memilih menjadi suara yang menenangkan. Itulah diplomasi kita," pungkas Addin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/addin-jauharudin-1.jpg)