Program Makan Bergizi Gratis
Mendikdasmen: Program MBG Tidak Mengurangi Anggaran Pendidikan
Mendikdasmen memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.
Ringkasan Berita:
- Mendikdasmen menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan.
- Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran revitalisasi sekolah hingga Rp16,9 triliun pada 2025 dengan realisasi 93 persen, serta melanjutkannya pada 2026.
- Program lain seperti digitalisasi pembelajaran dan Program Indonesia Pintar juga tetap berjalan dan bahkan diperluas.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Mendikdasmen memastikan seluruh program strategis pendidikan tetap berjalan dan bahkan terus diperluas.
"Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya," ujar Abdul Mu'ti melalui keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Sejauh ini tingkat realisasi pembangunan telah mencapai 93 persen.
"Tahun 2025 realisasi program revitalisasi sekolah mencapai 93 persen. Ini bukti bahwa komitmen negara terhadap perbaikan infrastruktur pendidikan tetap kuat," kata Abdul Mu'ti.
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan akan terus dilaksanakan dan diperluas pada tahun 2026.
Anggaran revitalisasi yang sudah tercantum dalam APBN sebesar lebih dari Rp14 triliun dan akan dialokasikan bagi 11.474 satuan pendidikan.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga berencana memberikan tambahan anggaran revitalisasi bagi 60 ribu satuan pendidikan.
Baca juga: Pemerintah Bantah Anggaran Pendidikan Dipangkas untuk MBG, Mendikdasmen Rinci Peruntukan Dana
"Sehingga total kalau sudah masuk ke dalam APBN, kami usulkan tahun ini kita akan ada revitalisasi untuk 71 ribu sekian satuan pendidikan," ujarnya.
Selain revitalisasi, Abdul Mu'ti mengatakan anggaran pendidikan juga dialokasikan secara konsisten untuk program strategis lainnya.
"Program Digitalisasi Pembelajaran tetap berjalan, bantuan pendidikan bagi peserta didik tidak dikurangi, dan pelatihan guru terus kami tingkatkan. Semua ini berjalan beriringan," tuturnya.
Mandikdasmen juga memastikan bahwa anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga SLB tidak dikurangi. Bahkan, pada 2026 akan ada tambahan PIP bagi murid TK.
"Untuk 2026 ini akan ada (tambahan) dana PIP untuk murid TK sebanyak Rp450 ribu per tahun. Tahun ini akan kita alokasikan untuk 888 ribu murid TK di seluruh Indonesia," ungkapnya.
Dalam mendukung keberhasilan MBG, Kemendikdasmen juga memperkuat sarana dan prasarana pendidikan.
Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen telah melakukan pembangunan dan rehabilitasi 14.591 toilet di 11.490 satuan pendidikan serta pembangunan dan rehabilitas 6.686 ruang UKS di 6.686 satuan pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Mendikdasmen-Abdul-Muti-sambutan-Puncak-Hari-Guru-Nasional-2025-di-Indonesia-Arena-s.jpg)