Kamis, 30 April 2026

Ketua BEM UGM Diteror

Geger Ketua BEM UGM Diteror, Rocky Gerung: Nggak Mungkin Presiden Prabowo yang Mengancam

Rocky Gerung menilai teror terhadap Ketua BEM UGM Tiyo bersifat kelompok kelima dan menekankan kritiknya akademis.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • Rocky Gerung menilai teror yang dialami Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto berasal dari kelompok koloni kelima untuk mencari keuntungan, bukan dari Presiden Prabowo Subianto.
  • Rocky menekankan kritik Tiyo bersifat akademis dan proporsional, bukan personal atau makar, sehingga pemerintah tidak perlu bereaksi berlebihan.
  • Istana Kepresidenan menegaskan kebebasan berpendapat dijamin konstitusi, namun menyarankan penyampaian kritik tetap etis, arif, dan sopan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik sekaligus mantan dosen Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung memberikan analisisnya soal teror yang menimpa Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) Yogyakarta, Tiyo Ardianto.

Tiyo sebelumnya mengaku diteror butut menyuarakan kasus anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bentuk teror berupa penguntitan, menyebar isu tidak benar, hingga ancaman pembunuhan.

Rocky Gerung yakin aksi teror tidak berasal dari lingkar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi kalau dia (Tiyo) diancam, saya enggak percaya yang mengancam itu adalah presiden. Enggak mungkin Presiden Prabowo mengancam," katanya, dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (21/2/2026).

Pria kelahiran 20 Januari 1959 ini kemudian menuding pihak yang meneror Tiyo bersalah dari kelompok the fifth column atau koloni kelima. 

Mereka memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan sendiri.

"Mereka mau mengambil keuntungan dengan menyebar teror pada si ketua BEM ini. Jadi saya kira ketua BEM enggak usah takut bahwa yang dia alami itu adalah biasa dan semua orang mengambil risiko di dalam upaya untuk menegakkan demokrasi," saran Rocky Gerung.

Baca juga: Rentetan Aksi Teror Ketua BEM Tiyo Ardianto dkk: Belum Ada Laporan Resmi ke LPSK Apalagi Polisi 

Kritik Akademik

Rocky Gerung juga menilai pernyataan yang dikeluarkan Tiyo semata-mata berdasarkan data dan bukan dari kebencian personal terhadap Presiden Prabowo.

Ketua BEM UGM itu ingin menyampaikan pendapatnya dari kacamata seorang mahasiswa, serta tidak memiliki niatan melakukan makar.

Tiyo hanya memakai haknya dalam berdemokrasi, yakni menyampaikan pendapat.

"Sekali lagi itu adalah pendapat akademis dengan menguji data, dengan memperhatikan opini publik. Teman ini (Tiyo) proporsional untuk mengucapkan itu di dalam kapasitas dia sebagai manusia akademis."

"Kita sebut pikiran mahasiswa itu enggak ada urusan dengan makar, enggak ada urusan dengan kebencian personal," tegasnya.

Oleh karenanya, ia meminta pemerintah tidak perlu 'kepanasan' menghadapi kritik dari Ketua BEM UGM.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved