Minggu, 3 Mei 2026

Dewan Perdamaian

Menlu Sebut Pengiriman 8.000 Pasukan TNI ke Gaza Dilakukan Bertahap

Menlu Sugiono mengatakan, pengiriman 8.000 pasukan TNI ke Gaza, Palestina, untuk bergabung dengan ISF akan dikakukan secara bertahap.

Tayang:

Sugiono mengatakan bahwa Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF memiliki kesempatan untuk menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat.

"National Caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer, kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi," tegas Sugiono.

Sugiono menjelaskan, tugas pasukan Indonesia di Gaza itu untuk menjalankan misi kemanusiaan dan menjaga masyarakat sipil.

"Tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement yang bisa kita lakukan sebagai pasukan, apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri."

"Ini sekali lagi keterlibatan Indonesia di ISF, kontribusi Indonesia, kontribusi pasukan Indonesia itu tidak untuk melakukan kegiatan demiliterisasi ataupun operasi militer," ucapnya.

Prajurit TNI Segera Dikirim ke Gaza

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah segera mengirim pasukan TNI untuk bergabung dengan ISF.

Presiden Prabowo menyebut, pengiriman pasukan TNI tersebut akan dilakukan sekitar 1 hingga 2 bulan lagi.

Hal itu disampaikannya setelah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis (19/2/2026). 

"Kita siap, kita siap (kirim pasukan). Mungkin ya kelompok-kelompok advance (pendahulu), mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini," ungkapnya.

Prabowo lantas menyebut BoP menugaskan Indonesia untuk menjadi wakil komandan ISF.

"Iya mereka minta kita jadi deputy commander (wakil komandan)," tutur Prabowo.

(Tribunnews.com/Deni/Rifqah)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved