Pelajar Tewas di Maluku
Usman Hamid Sebut Kasus Kekerasan Oknum Brimob di Tual Maluku Pelanggaran HAM Berat
AT tewas setelah diduga dianiaya oknum anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Polda Maluku Bripda Masias Siahaya
Ringkasan Berita:
- Usman Hamid memandang kasus tewasnya pelajar di Tual berinsial AT diduga karena dianiaya oknum Brimob berinisial MS di Kota Tual, Maluku adalah pembunuhan di luar hukum
- AT tewas setelah diduga dianiaya oknum anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Polda Maluku Bripda Masias Siahaya
- Usman memandang pembunuhan di luar hukum adalah pelanggaran berat hak asasi manusia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivis HAM yang juga Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid memandang kasus tewasnya pelajar di Tual berinsial AT diduga karena dianiaya oknum Brimob berinisial MS di sekitar Kampus Uningrat, Kota Tual, Maluku, Kamis (19/2/2026) adalah pembunuhan di luar hukum.
AT tewas setelah diduga dianiaya oknum anggota Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor Polda Maluku Bripda Masias Siahaya yang bertugas melakukan penyisiran aksi balap liar.
Baca juga: Siswa 14 Tahun Tewas Diduga Dianiaya Brimob, Yusril: Penegak Hukum Wajib Dihukum Jika Melanggar
Usman memandang pembunuhan di luar hukum adalah pelanggaran berat hak asasi manusia.
Ia mengaku tak sampai hati melihat foto video kejadian yang dialami AT yang kehilangan nyawa dalam kondisi tragis.
Baca juga: Kasus Kematian Pelajar di Tual: Logika Balap Liar dan Problem Brimob vs Polantas
"Saya kehilangan simpati pada jajaran polisi yang membuat narasi menyudutkan korban: AT dikaitkan dengan aksi balap liar dan polisi saat itu sedang menertibkannya. Oh ya, begitukah?" ungkap Usman saat dikonfirmasi Tribunnews.com pada Minggu (22/2/2026).
"Cara amatir ini mengingatkan kita kepada kekerasan polisi yang merenggut nyawa pelajar di Semarang, Gamma. Alih-alih bertindak tegas dan membongkar tuntas, polisi menuduh Gamma terlibat tawuran," lanjut dia.
Menurutnya cara menutupi-nutupi kebenaran hanya kian merusak kepercayaan publik kepada polisi.
Usman mengatakan padahal keterangan kakak AT jelas bahwa mereka jalan sendiri dari arah Rumah Sakit Maren, sehingga putar balik.
Mengutip pernyataan kakak AT, karena posisi turunan, lanjut Usman, maka motor yang mereka tumpangi agak cepat dan AT sudah bilang ada polisi di depan.
Sebelum sampai di titik turunan, AT mengaku melihat seorang anggota Brimob berada di pinggir jalan.
Waktu mereka berdua sudah dekat, anggota Brimob itu langsung loncat dari balik pohon dan mengayunkan helm yang dipakai tepat ke wajah adiknya.
"Begitukah cara kerja polisi profesional? Begitukah tugas Brimob?" tanya Usman geram.
Usman pun mengutip ketetangan kakak AT yang masih ingat bahwa adiknya ketika itu masih memegang motor, namun mata sudah tertutup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Direktur-Eksekutif-Amnesty-International-Indonesia-Usman-Hamid-saat-ditemui-di-Jakarta.jpg)