Dewan Perdamaian
Indonesia Gabung BoP, Ketua MPR: Upaya Diplomasi yang Luar Biasa
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai positif bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) alias Dewan Perdamaian.
Ringkasan Berita:
- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai positif bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP).
- Menurutnya, hal itu adalah sebuah upaya diplomasi luar biasa dari Presiden Prabowo Subianto.
- Ia menyebut, keikusertaan Indonesia di dalam Dewan Perdamaian menjadi salah satu upaya penting untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai positif bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) alias Dewan Perdamaian.
Menurutnya, langkah itu adalah sebuah upaya diplomasi luar biasa dari Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan nama Indonesia lebih baik di mata internasional.
"Tentu ini adalah sebuah upaya diplomasi yang luar biasa. Kita bersyukur ada keberanian dalam berdiplomasi dari Presiden Prabowo di bawah pemerintahan beliau."
"Langkah ini bisa menjadi sesuatu yang membanggakan, termasuk ini juga menjadi terobosan yang menjadikan nama Indonesia menjadi lebih baik di mata internasional," ucap Muzani di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, Minggu (22/2/2026).
Ia pun mengklaim keikusertaan Indonesia di dalam Dewan Perdamaian menjadi salah satu usaha penting untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.
"Masyarakat Gaza sekarang bersyukur ada perdamaian sehingga mereka bisa menikmati bulan Ramadan ini dengan tenang, dengan baik dan bisa menikmati bulan Ramadan ini bersama keluarga masing-masing. Mereka berharap ada hal yang lebih maju," tuturnya.
Muzani menyatakan bahwa Indonesia juga terlibat dalam rekonsiliasi dan pembangunan kembali di Gaza.
Baginya, hal itu adalah sebuah langkah konkret untuk memerdekakan bangsa Palestina.
"Di BoP ini tentu saja kita terlibat bukan hanya pada proses perdamaian di Timur Tengah, tapi juga proses rekonsiliasi dan pembangunan kembali Gaza."
"Dan itu saya kira sebuah langkah yang maju dan konkret dari upaya kita memerdekakan bangsa Palestina dari cengkeraman Israel," ujarnya.
Baca juga: YLBHI Ungkap Sejumlah Alasan Mengapa Indonesia Harus Keluar dari Board of Peace
Indonesia Tak Perlu Bayar Iuran
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, Indonesia tak perlu membayar iuran sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp16,7 triliun setelah bergabung dengan Board of Peace.
Hal itu disampaikan Sugiono di Washington DC, Amerika Serikat, pada Jumat, 20 Februari 2026.
"Dari awal saya bilang ini yang namanya itu bukan iuran keanggotaan, bukan syarat keanggotaan. Tidak. Tapi kita sekarang sudah anggota enggak perlu bayar juga enggak apa-apa," ujar Sugiono, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (21/2/2026).
Sugiono menjelaskan, iuran baru diberikan jika ingin menjadi anggota permanen Board of Peace.