Profil dan Sosok
Profil Iman Brotoseno, Dikabarkan Mundur sebagai Dirut TVRI
Profil Iman Brotoseno yang dikabarkan mundur dari posisinya sebagai Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.
"Banyak tulisan tulisan saya di blog pribadi atau majalah yang bisa menunjukan siapa saya."
"Mulai dari topik kebangsaan, sejarah, alam, fotografi, masalah aktual (current issue), politik, budaya juga agama Islam," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan mengenai artikelnya yang tayang di majalah Playboy Indonesia.
"Dalam tahun 2006 – 2008 saya sering menjadi kontributor foto dan artikel tentang penyelaman di berbagai majalah, termasuk salah satunya pernah dimuat hanya satu kali, di majalah Playboy Indonesia, edisi September 2006 dengan judul Menyelam di Pulau Banda."
"Tulisan ini fokus mengulas wisata bahari dan sama sekali tidak ada unsur pornografi," tegasnya.
Iman mengungkapkan, majalah tersebut, sangat berbeda dengan versi di luar negeri.
Banyak penulis juga mengisi majalah tersebut dan banyak tokoh nasional juga yang diwawancara di Playboy Indonesia.
"Tentunya hal ini tidak menghilangkan integritas penulis dan tokoh yang bersangkutan, karena substansinya tidak terkait pornografi. Bahkan sikap Dewan Pers ketika itu menilai terhadap putusan MA yang memvonis Erwin Arnada sebagai Pemred majalah Playboy Indonesia pada tahun 2010."
"Dewan Pers, secara tegas menolak menyebutkan majalah Playboy Indonesia melanggar pasal pornografi. Bahkan Dewan Pers menilai, putusan tersebut merupakan bentuk kriminalisasi pers," ungkapnya.
Rekam Jejak dan Peristiwa Masa Lalu
Sesudah pelantikan menjadi Direktur Utama TVRI, Iman menyatakan dalam era digital sekarang semua punya rekam jejak digital dan peristiwa masa lalu.
"Sejak awal, saya tidak pernah berbohong kepada publik, di mana semua bisa dilihat dalam jejak digital dan tidak ada kasus pelanggaran hukum di masa lalu," ujarnya.
Saat itu, lanjut Iman, netizen masih belum terpolarisasi dan belum terjadi perpecahan kubu aspirasi politik maupun ideologi seperti sekarang.
"Dalam percakapan itu yang juga melibatkan beberapa orang seperti pekerja seni termasuk saya, dapat saja menggunakan bahasa gurauan yang oleh pihak lain dapat dianggap sebagai hal serius."
"Setiap orang memiliki rekam jejak masa lalu, termasuk bagaimana percakapan di media sosial. Apapun itu, setiap orang tentu memiliki masa lalu, termasuk kesalahan yang dilakukan tanpa sengaja," timpalnya.
(Tribunnews.com/Gilang P, Willem Jonata)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dirut-paw-tvri-periode-2020-2022-iman-brotoseno.jpg)