Kamis, 4 Juni 2026

Mudik Lebaran 2026

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 Pemerintah, Ini Tanggalnya

Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi 18 Maret dengan 259 ribu kendaraan keluar Jakarta.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kondisi Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024). 
Ringkasan Berita:
  1. Puncak arus mudik diprediksi Rabu, 18 Maret 2026 (H-3).
  2. Proyeksi 3,67 juta kendaraan keluar Jakarta selama H-10 hingga H+11.
  3. Penguatan posko, ramp check, dan rekayasa lalu lintas disiapkan pemerintah.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah mulai mematangkan persiapan Angkutan Lebaran 2026. 

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bertemu dengan Pramono Anung di Balai Kota Jakarta untuk membahas kesiapan mudik tahun ini.

Pertemuan tersebut menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. 

DKI Jakarta dinilai menjadi salah satu wilayah dengan mobilitas tertinggi secara nasional. 

Sebagian besar pergerakan pemudik diperkirakan berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan tujuan utama ke Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, berikut proyeksi lalu lintas:

Arus keluar Jakarta (H-10 hingga H+11):

  • Total proyeksi: 3,67 juta kendaraan
  • Melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa
  • Puncak arus mudik:
    Rabu, 18 Maret 2026 (H-3)
    Sekitar 259 ribu kendaraan

Baca juga: Mudik Bersama Kemenkum 2026 Dibuka, Ada 600 Kuota, Cek Syarat, Rute dan Cara Daftarnya

Arus masuk Jakarta (H-10 hingga H+11):

  • Total proyeksi: 3,54 juta kendaraan
  • Melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, dan GT Cikupa
  • Puncak arus balik:
    Senin, 24 Maret 2026 (H+3)
    Sekitar 285 ribu kendaraan

Dalam pertemuan tersebut, Menhub menekankan sejumlah langkah penguatan, antara lain:

  1. Pembentukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026
  2. Pelaksanaan ramp check untuk memastikan kesiapan armada
  3. Pengawasan simpul transportasi, khususnya terminal Tipe A
  4. Pemeriksaan kesehatan pengemudi
  5. Konsolidasi program mudik gratis

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan layanan angkutan feeder menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. 

Layanan ini dinilai penting untuk memperlancar distribusi penumpang, terutama menuju titik keberangkatan program mudik gratis.

Pengawasan dan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara kondisional, meliputi:

  1. Penempatan petugas di titik rawan kemacetan
  2. Pemantauan melalui CCTV
  3. Kesiapan jalur alternatif
  4. Pengaturan arus kendaraan saat puncak mudik dan balik

Pemerintah juga meminta penguatan penyediaan informasi mudik serta sosialisasi keselamatan berkendara, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi.

(Tribunnews.com/Widya)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved