Senin, 20 April 2026

Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Sidang Nadiem, Saksi Ungkap Pemanfaatan Laptop Chromebook Hanya 0,15 Persen dari 1,6 Juta Unit

Hasan Chabibie mengungkapkan, hanya 0,15 persen dari 1,6 juta laptop Chromebook yang dimanfaatkan atau digunakan dalam proses belajar mengajar.

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Ibriza Fasti Ifhami
SIDANG CHROMEBOOK - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan laptop Chromebook yang melibatkan Nadiem Makarim, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Hanya 0,15 persen dari 1,6 juta laptop Chromebook yang dimanfaatkan atau digunakan dalam proses belajar mengajar
  • Tujuan pengadaan TIK berupa laptop Chromebook tidak tercapai
  • Pemanfaatan laptop Chromebook minim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Ahli Kemdiktisaintek, Muhammad Hasan Chabibie mengungkapkan, hanya 0,15 persen dari 1,6 juta laptop Chromebook yang dimanfaatkan atau digunakan dalam proses belajar mengajar (PBM).

Hal itu disampaikan Chabibie saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan laptop Chromebook yang melibatkan eks Mendikbudristek Nadiem Makarim, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Bermula dari jaksa penuntut umum (JPU) yang mendalami soal berapa persentase jumlah unit laptop yang digunakan untuk Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dari total pengadaan 1,6 juta unit laptop.

Chabibie mengatakan, hanya sekitar 0,15 persen unit laptop yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

"Dari segi persentase dan grafik, apakah saudara terinput data bahwa AKM itu sebagaimana yang saudara jelaskan tadi, 26 ribu (unit) dari 1,6 juta chromebook itu, yang digunakan untuk AKM itu berapa persen?" tanya jaksa kepada saksi Chabibie, dalam persidangan, Senin.

Baca juga: Jaksa: Modus Endless Art Investment’ Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS

"0,15 persen dari device yang termanfaatkan, dari angka 1,6 jutaan (unit)," jawab Chabibie.

Saksi Chabibie kemudian mengatakan, data tersebut berdasarkan statistik yang dicatat pihaknya dalam kurun waktu Januari-Juni 2023.

"Izin Pak Jaksa, kalau AKM itu berlangsungnya di bulan Oktober dan November, itu trennya akan naik. Kalau yang bulan-bulan Januari ini biasanya dilakukan untuk PBM, proses belajar mengajar," jelas Chabibie.

Baca juga: Bos Vendor Chromebook Blak-blakan di Sidang: Untung Tipis Meski Harga Rp6,49 Juta

"Dari 1,6 juta unit. Tujuan kajian teknis adalah AKM dan PBM. Dari segi PBM ini nyaris digunakan hanya 0,15 persen?" tanya jaksa.

"Kalau melihat statistik yang kami capture tahun 2023, iya. Sekitar bulan Januari sampai bulan Juni," jawab Chabibie.

Lebih lanjut, Chabibie mengatakan, data yang ada tersebut cenderung menunjukkan minimnya pemanfaatan laptop Chromebook

Sehingga, menurutnya, hal itu menjadi tanda bahwa tujuan pengadaan TIK berupa laptop Chromebook tidak tercapai.

"Dalam kajian teknis kan dikatakan tujuan pemanfaat penggunaan chromebook ini kan AKM dan PBM. Kalau faktanya berdasarkan dari Anda seperti itu. Apakah tujuan pengadaan ini tercapai atau engga?" tanya jaksa.

"Kalau angkanya sangat kecil berarti tujuan pengadaan TIK ini tidak tercapai. Untuk PBM ya," ucap Chabibie.

"Secara keseluruhan?" tanya jaksa lagi.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved