Ramadan 2026
Sowan ke Pesantren, Wakil Ketua MPR Ibas Ingatkan Santri Harus Bisa Kuasai Sains dan Teknologi
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengingatkan peran strategis pesantren.
Ringkasan Berita:
- Pesantren sebagai benteng moral dan rumah kepemimpinan umat
- Penguatan santri di era disrupsi digital.
- Dukungan konkret untuk pendidikan pesantren.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas mengingatkan peran strategis pesantren dalam menjaga moral dan persatuan bangsa.
Menurutnya pesantren merupakan benteng moral bangsa sekaligus rumah peradaban bagi kepemimpinan umat.
Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan buka bersama di Pondok Pesantren Al Muqoddasah, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026).
“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Pesantren adalah sumber kader pemimpin umat. Pesantren adalah rumah peradaban,” kata Ibas.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya bulan ibadah tetapi juga bulan tarbiyah, muhasabah, dan penguatan jiwa.
Nilai-nilai tersebut, kata Ibas, menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berkarakter.
Ia kemudian mengutip pesan Hasyim Asy’ari, bahwa agama dan nasionalisme tidak dapat dipisahkan.
“Cinta tanah air bagian dari iman. Menjaga NKRI bagian dari pengabdian,” ujarnya.
Lebih lanjut Ibas menyampaikan bahwa saat ini ada lebih dari 39 ribu pesantren di Indonesia dengan jutaan santri. Menurutnya angka tersebut merupakan kekuatan besar untuk membangun karakter serta masa depan bangsa.
Namun demikian, putra dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda seperti disrupsi digital, arus informasi tanpa filter, hingga ancaman radikalisme dan intoleransi.
“Karena itu santri harus kuat. Bukan hanya dalam fikih, tetapi juga dalam sains dan teknologi. Bukan hanya dalam zikir, tetapi juga dalam pikir,” tuturnya.
Sebagai Wakil Ketua MPR RI, Ibas menegaskan komitmennya untuk mengawal penguatan pesantren melalui dukungan anggaran pendidikan, akses teknologi, serta pemberdayaan ekonomi santri.
“Kami akan mendorong kemandirian ekonomi pesantren, akses pelatihan, dan penguatan pendidikan karakter agar santri mampu menjadi penjaga moral dan persatuan bangsa,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan pesantren, Ibas turut memberikan apresiasi kepada sepuluh santri dan sepuluh santriwati berprestasi melalui bantuan Al-Qur’an, sajadah, mukena, serta satu unit perangkat komputer guna menunjang kegiatan pembelajaran di lingkungan pesantren.
Di akhir sambutannya, Ibas menyampaikan optimisme bahwa dari pesantren akan lahir ulama, negarawan, dan pemimpin masa depan yang berilmu, beriman, serta siap mengabdi untuk Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/safari-pesantren-11.jpg)