Senin, 20 April 2026

Haul Guru Bangsa, Perisai Syarikat Islam Tegaskan Sikap atas Isu Global

Perisai Sarekat Islam bersama jajaran Syarikat Islam menggelar kegiatan Haul Guru Bangsa untuk mengenang tokoh-tokoh besar.

|
Penulis: willy Widianto
Editor: Wahyu Aji
HO/IST
Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Adhitya Yusma Perdana dalam acara Haul Guru Bangsa untuk mengenang tokoh-tokoh besar pergerakan nasional, seperti Haji Samanhudi, pendiri Syarikat Dagang Islam (SDI), H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, dan Agus Salim, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 H di Kantor PP/LT Syarikat Islam, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Perisai Sarekat Islam dan jajaran Syarikat Islam menggelar Haul Guru Bangsa pada 1 Maret 2026 untuk mengenang tokoh pergerakan nasional seperti H.O.S. Tjokroaminoto, KH Samanhudi, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, dan Agus Salim, dengan rangkaian acara buka puasa bersama, santunan anak yatim, doa, dan tahlil.
  • Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menekankan relevansi ajaran H.O.S. Tjokroaminoto tentang ekonomi berbasis kebersamaan.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perisai Sarekat Islam bersama jajaran Syarikat Islam menggelar kegiatan Haul Guru Bangsa untuk mengenang tokoh-tokoh besar pergerakan nasional, seperti Haji Samanhudi, pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI), H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, dan Agus Salim.

Kegiatan yang digelar pada 1 Maret 2026 bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 H di Kantor PP/LT Sarekat Islam, Menteng, Jakarta Pusat, tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai tokoh nasional.

Acara tersebut dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, perwakilan Kapolri hingga sejumlah tokoh Islam, tokoh senior Sarekat Islam, Sekretaris Jenderal Sarekat Islam, serta para keturunan H.O.S. Tjokroaminoto.

Perisai Syarikat Islam bersama jajaran Syarikat Islam menggelar kegiatan Haul Guru Bangsa untuk mengenang tokoh-tokoh besar pergerakan nasional, seperti Haji Samanhudi, pendiri Syarikat Dagang Islam (SDI), H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, dan Agus Salim, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 H di Kantor PP/LT Syarikat Islam, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2026).
Perisai Syarikat Islam bersama jajaran Syarikat Islam menggelar kegiatan Haul Guru Bangsa untuk mengenang tokoh-tokoh besar pergerakan nasional, seperti Haji Samanhudi, pendiri Syarikat Dagang Islam (SDI), H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, dan Agus Salim, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 H di Kantor PP/LT Syarikat Islam, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2026). (HO/IST)

Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan Sarekat Islam tidak dapat dipisahkan dari sosok H.O.S. Tjokroaminoto sebagai guru bangsa sekaligus penggerak ekonomi umat.

Menurutnya, Sarekat Islam yang berawal dari Sarekat Dagang Islam (SDI) sejak awal memiliki misi memperkuat pedagang pribumi agar mampu bersaing secara mandiri pada masa kolonial.

“H.O.S. Tjokroaminoto sudah mengajarkan ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong. Konsep koperasi produsen yang beliau dorong adalah fondasi ekonomi rakyat. Ini masih sangat relevan hingga hari ini,” ujar Ferry dalam siaran tertulis pada Senin (2/3/2026).

Ketua Umum Perisai Sarekat Islam, Adhitya Yusma Perdana mengatakan kegiatan haul guru bangsa tahun ini berjalan dengan baik dan menjadi momentum untuk mengingat kembali jasa para tokoh pendiri bangsa.

“Alhamdulillah acara hari ini berjalan dengan baik. Haul Guru Bangsa ini dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono, perwakilan Kapolri, perwakilan Bareskrim, tokoh-tokoh Islam, tokoh senior Sarekat Islam, Sekjen Sarekat Islam, serta para keturunan H.O.S. Tjokroaminoto,” kata Adhitya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diisi dengan buka puasa bersama, santunan anak yatim, doa dan tahlil bersama untuk para guru bangsa yang telah wafat.

Menurut Adhitya, tokoh-tokoh seperti H.O.S. Tjokroaminoto, A.M. Sangadji, Abdoel Moeis, KH Samanhudi, dan KH Agus Salim memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Indonesia.

“Kita tahu H.O.S. Tjokroaminoto adalah guru bangsa dan tokoh pergerakan. Tanpa beliau mungkin tidak ada Indonesia seperti sekarang. Dari perjuangan para tokoh itu kita belajar menjaga persatuan dan kesatuan untuk Indonesia maju,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan kepada pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas negara.

“Untuk itu kami mendukung Kapolri di bawah kepemimpinan Presiden. Jangan coba-coba dalam berbangsa dan bernegara, mau pindah sana pindah sini. Yang sudah terbukti, lanjutkan. Jangan mengganggu persatuan bangsa karena sudah ada yang terbukti,” kata Adhitya.

Dalam kesempatan itu, doa dan tahlil juga dipanjatkan untuk sejumlah tokoh yang telah wafat, termasuk Wakil Ketua Umum Perisai Sarekat Islam Muhammad Husni bin Musadi serta tokoh Islam dunia Ayatollah Ali Khamenei.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved