Selasa, 14 April 2026

Ray Rangkuti: Pilpres 2029 Pertarungan Gibran dan Sjafrie untuk Dampingi Prabowo

Ray Rangkuti, menyatakan pemilihan presiden tahun 2029 merupakan pertarungan antara Gibran dan Sjafrie.

Tribunnews.com
DISKUSI PUBLIK - Diskusi publik yang diselenggaran oleh DPP Indonesia Youth Congress, 2 Maret 2026, di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat. 

Ringkasan Berita:
  • Pilpres 2029 dianggap sebagai pertarungan antara Gibran dan Sjafrie untuk menjadi pendamping Prabowo.
  • Dua nama ini juga mengemuka sebagai kandidat kuat calon wakil presiden mendampingi Prabowo di Pilpres 2029 berdasarkan hasil survei.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menyatakan pemilihan presiden tahun 2029 merupakan pertarungan antara Gibran Rakabuming Raka dan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

"Hasil pengamatan saya, dimana Pilpres 2029 adalah pertarungan antara Wapres Gibran dan Menhan Sjafrie untuk dampingi Presiden Prabowo," jelas Ray Rangkuti pada diskusi publik yang diselenggaran oleh DPP Indonesia Youth Congress, 2 Maret 2026, di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat.

Saat ini Gibran masih menjabat Wakil Presiden RI dan Sjafrie menjabat Menteri Pertahanan RI.

Dua nama ini juga mengemuka sebagai kandidat kuat calon wakil presiden mendampingi Prabowo di Pilpres 2029 berdasarkan hasil survei.

Namun demikian, menurut Ray, Pilpres 2029 tampaknya akan sulit dimenangkan oleh Prabowo Subianto.

Mengapa? Karena program  yang dijalanlan Prabowo pada hari ini mengalami penurunan kepercayaan publik.

Bahkan, jelas Ray Rangkuti, Sjafrie  kelihatannya mengalami siklus 20 tahunan.

Di mana, ia hampir mirip seperti pola yang dibangun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2004 lalu.

Beberapa waktu lalu, Ray pernah mengungkapkan soal potensi kehadiran Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di bursa calon presiden 2029.

Menurut Ray fenomena ini bukanlah hal yang baru dalam perpolitikan Indonesia.

"Makin banyak peluang bagi tokoh-tokoh individual untuk dapat dicalonkan sebagai pemimpin nasional. Kehadiran Sjafrie Sjamsoeddin memperpanjang deretan nama itu (capres individu), muncul karena kiprah sendiri, tanpa partai," ujarnya.

Ray juga menilai kehadiran Sjafrie Sjamsoeddin juga menambah daftar saingan bagi Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Pasalnya, posisi Gibran makin dikejar oleh tokoh-tokoh lain. 

"Sekalipun namanya masih bertengger sebagai cawapres dengan elektabilitas tertinggi, tapi kehadiran individu-individu baru menambah banyaknya calon yang layak dipertimbangkan oleh Prabowo. Dan itu, dengan sendirinya, membuat peluang Gibran terpepet," jelas dia.

Hanya saja, kata Ray, pencalonan Sjafrie Sjamsoeddin bisa menjadi peluang tetapi sekaligus menimbulkan ketidaknyamanan bagi Presiden Prabowo Subianto.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved