Iran Vs Amerika Memanas
519.042 WNI Berada di Kawasan Timur Tengah, Kemlu RI: Perlindungan Jadi Prioritas Utama
Kemlu mencatat berdasarkan data per 28 Februari 2026, terdapat 519.042 warga negara Indonesia yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- 519.042 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah
- Pemerintah Indonesia terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan pasca-serangan AS-Israel terhadap Iran
- Kemlu telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia mencatat berdasarkan data per 28 Februari 2026, terdapat 519.042 warga negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
Para WNI tersebut berada di negara-negara kawasan Timur Tengah dengan berbagai kepentingan, seperti menempuh pendidikan, bekerja, beribadah, maupun berlibur.
"Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Perwakilan RI per 28 Februari 2026, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah tercatat sebanyak 519.042 orang," kata Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Kemlu menegaskan bahwa perlindungan WNI jadi prioritas utama pemerintah di kawasan Timur Tengah yang jadi wilayah konflik perang Iran-Amerika Serikat.
Perihal keamanan para WNI, pemerintah terus memantau secara ketat perkembangan situasi keamanan pasca-serangan AS-Israel terhadap Iran.
Baca juga: Prabowo Ingin Jadi Mediator AS-Iran, Dubes Iran Tak Tahu Apakah Mediasi Bisa Berhasil atau Tidak
"Perlindungan WNI dan PMI di kawasan Timur Tengah merupakan prioritas utama," katanya.
Direktorat Pelindungan WNI juga telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan seluruh Perwakilan RI di kawasan.
Hal itu guna memperoleh pembaruan data jumlah WNI, update kondisi riil di lapangan, serta langkah penanganan yang sedang dan akan dilakukan.
Baca juga: Kompleks Nuklir Natanz Iran Disebut Kena Serangan, IAEA: Belum Ada Tanda Kerusakan atau Radiasi
Seluruh Perwakilan RI juga telah menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada WNI dan pekerja migran Indonesia (PMI), memperkuat komunikasi dengan komunitas serta simpul WNI/PMI setempat.
Termasuk, menyiapkan sejumlah opsi untuk menghadapi risiko kedaruratan.
"Serta menyiapkan sejumlah opsi dalam menghadapi risiko kedaruratan jika diperlukan," ujar Heni.
Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Menghadapi serangan tersebut Iran melakukan balasan dengan meluncurkan rudal ke sejumlah Pangkalan Militer AS yang ada di kawasan Timur Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Plt-Dirjen-PWNI-Kemlu-RI-Heni-Hamidah-3201.jpg)