Sabtu, 11 April 2026

OTT KPK di Pekalongan

Mitos Bupati Pekalongan 2 Periode Berturut-turut dan Fadia Arafiq Ditangkap KPK

Penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkit mitos soal bupati di Pekalongan.

HO/IST
BUPATI PEKALONGAN FADIA ARAFIQ - Kolase foto Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Fadia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebuah hotel di kawasan Simpang Lima Semarang Jateng jadi saksi bisu KPK tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkit mitos soal bupati di Pekalongan. 
Ringkasan Berita:
  • Penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam OTT KPK mengungkit mitos soal bupati di Pekalongan.
  • Cerita yang berkembang, tidak ada bupati Pekalongan yang bisa menjabat dua periode berturut-turut.
  • Sejak pemilihan kepala daerah (pilkada) 2001, belum ada bupati yang berhasil mempertahankan posisinya di periode berikutnya.
  • Terpilihnya Fadia Arafiq di Pilkada 2024 bersama Sukirman, sempat diyakini menjadi bukti mitos itu terpatahkan.

 

TRIBUNNEWS.COM, PEKALONGAN - Penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkit mitos soal bupati di Pekalongan.

Cerita yang berkembang, tidak ada bupati Pekalongan yang bisa menjabat dua periode berturut-turut.

Untuk diketahui sejak pemilihan kepala daerah (pilkada) 2001, belum ada bupati yang berhasil mempertahankan posisinya di periode berikutnya.

Terpilihnya Fadia Arafiq di Pilkada 2024 bersama Sukirman, sempat diyakini menjadi bukti mitos itu terpatahkan.

Hal ini juga dibenarkan Fadia Arafiq saat tasyakuran kemenangan Pilkada 2024 di Desa Bugangan, Kecamatan Kedungwuni pada 16 Desember 2024 malam.

Baca juga: KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Hotel Kawasan Ikonik Simpang Lima Semarang

"Alhamdulillah, saya bersama pak Sukirman bisa mematahkan mitos itu."

"Ini bukan semata-mata kemenangan pribadi, tetapi kemenangan kita semua yang percaya dan bekerja bersama untuk Kabupaten Pekalongan," kata politisi Partai Golkar itu.

 

Satu Tahun Usai Dilantik di Periode Kedua, Fadia Arafiq Kena OTT KPK

Namun, satu tahun setelah dilantik di periode kedua, politisi Partai Golkar itu terjaring OTT KPK.

Dalam sejarah OTT KPK, kepala daerah yang terjerat kasus dugaan korupsi yang ditangani, bakal lengser sebelum masa jabatan berakhir.

 

Daftar Bupati Pekalongan

Berikut daftar Bupati Pekalongan sejak 2001 yang hanya bertahan satu periode:

1. Amat Antono (2001-2006).

2. Siti Qomariyah (2006-2011).

3. Amat Antono (2011-2016).

4. Asip Kholbihi (2016-2021).

5. Fadia Arafiq (2021-2024).

Fadia Arafiq, dilantik 2025 dan kena OTT KPK pada 3 Maret 2026.

 

KPK Juga Tangkap Ajudan dan Orang Kepercayaan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya mengamankan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam kegiatan penyelidikan tertutup atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026) dini hari.

Lembaga antirasuah tersebut dipastikan turut menangkap dua orang lainnya yang merupakan ajudan dan orang kepercayaan sang bupati.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, identitas kedua orang yang ikut terjaring operasi senyap bersama Fadia Arafiq tersebut belum diketahui secara pasti.

Baca juga: Bupati Fadia Arafiq Ditangkap KPK, 5 Mobil Dinas Pemkab Pekalongan Terparkir di Polres 

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa para pihak awalnya diamankan di wilayah Semarang sebelum akhirnya langsung diterbangkan ke Jakarta.

"Bahwa pada dini hari tadi tim mengamankan sejumlah tiga orang, salah satunya adalah bupati Pekalongan dan dua pihak lainnya yang merupakan orang kepercayaan dan juga ajudan dari bupati. Para pihak diamankan di wilayah Semarang," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Setibanya di Jakarta, rombongan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 10.25 WIB menggunakan dua unit mobil. 

Namun, kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut luput dari pantauan awak media yang menunggu di pintu utama. 

Tim penyidik KPK menggiring Fadia beserta rombongannya masuk melalui jalur belakang atau area basement.

Langkah ini membuat awak media belum dapat melihat secara langsung para pihak yang dibawa, termasuk sosok dua orang ajudan dan orang kepercayaan yang disebut oleh juru bicara KPK.

 

Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa

Terkait konstruksi perkaranya, Budi menjelaskan bahwa penangkapan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa.

"Dugaan tindak pidana korupsi dalam case kali ini adalah berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan," jelas Budi.

Saat ini, ketiga pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung KPK

Secara paralel, Budi menyebut ada tim penyidik KPK lainnya yang saat ini sedang berada di Pekalongan untuk memeriksa sejumlah pihak lain guna menggali keterangan yang dibutuhkan.

KPK juga masih terus memburu pihak-pihak lain yang diduga kuat terlibat dalam pusaran korupsi ini. 

Baca juga: Update OTT Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq Diperiksa KPK, 8 Ruangan Disegel Dalam Pengawasan KPK

"Kami mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini bisa berjalan secara efektif," tutur Budi.

Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, KPK memiliki batas waktu 1x24 jam sejak penangkapan untuk melakukan pemeriksaan intensif guna menentukan status hukum para terperiksa. 

KPK berjanji akan menyampaikan perkembangan kegiatan OTT ini secara berkala kepada publik.

Artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Sempat Patahkan Mitos Bupati Pekalongan 2 Periode Berturut-turut, Fadia Arafiq Kini Ditangkap KPK

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved