Minggu, 12 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Connie Bakrie Sentil Prabowo: Indonesia Harus Stabil sebelum Tampil Jadi Mediator Global

Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk fokus stabilitas Indonesia sebelum mediasi Iran dan Amerika Serikat

Kompas.com
PERANG IRAN AS - Pakar hubungan internasional, Connie Rahakundini Bakrie, menyentil arah kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai aktif di panggung global. Diunggah di akun Instagram pribadinya, @profconnierahakundinibakrie, Senin (2/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Pakar hubungan internasional, Connie Rahakundini Bakrie, mengingatkan pemerintah harus memiliki stabilitas dan kohesi nasional yang benar-benar kokoh sebelum tampil sebagai mediator konflik internasional
  • Menurutnya, saat ini momentum mediasi belum sepenuhnya terbuka
  • Untuk itu, Connie meminta agar Prabowo fokus kendalikan stabilitas negara terlebih dahulu

TRIBUNNEWS.COM - Pakar hubungan internasional Connie Rahakundini Bakrie menyentil arah kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai aktif di panggung global. 

Menurutnya, langkah tersebut sah dan bisa saja dilakukan.

Namun, ada hal mendasar yang penting dan tidak boleh diabaikan, yakni Indonesia harus memiliki stabilitas dan kohesi nasional yang benar-benar kokoh sebelum tampil sebagai mediator konflik internasional.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @profconnierahakundinibakrie, Senin (2/3/2026), Connie menegaskan bahwa legitimasi sebuah negara sebagai mediator tidak hanya ditentukan oleh niat baik atau reputasi moral, tetapi oleh kekuatan domestiknya sendiri.

"Aktif di panggung global itu penting, tetapi legitimasi mediator lahir ketika sebuah negara mampu menunjukkan stabilitas dan kohesi yang kuat di dalam negerinya sendiri," tulis Connie.

Connie menilai, dalam konteks konflik global saat ini, momentum mediasi belum sepenuhnya terbuka.

Menurut Connie, situasi internasional saat ini masih berada dalam fase emosional dan balasan militer.

"Timing saat ini masih fase emosional dan balasan militer. Jendela mediasi biasanya baru benar-benar terbuka ketika para pihak mulai merasakan biaya perang lebih mahal daripada menang atau kalah," jelasnya.

Connie mengakui Indonesia memiliki modal moral sebagai negara middle power sehingga bisa memainkan peran penyeimbang dalam konflik global.

Namun, ia mengingatkan, dalam menjalankan misi perdamaian bagi kekuatan besar seperti Washington, Tel Aviv, dan Teheran bukanlah perkara sederhana.

"Indonesia punya modal moral sebagai middle power, tetapi untuk mengubah kalkulasi Washington, Tel Aviv, dan Teheran sekaligus, dibutuhkan orkestrasi diplomatik yang jauh lebih dalam, high level dan berlapis," tegasnya.

Baca juga: Prabowo Ingin Jadi Mediator AS-Iran, Dubes Iran Tak Tahu Apakah Mediasi Bisa Berhasil atau Tidak

Dalam unggahan lanjutan pada Selasa (3/3/2026), Connie menekankan pentingnya pendekatan realist statecraft dalam membaca dinamika global.

Ia menyebut, kepemimpinan yang matang adalah kepemimpinan yang bisa menyiapkan penguatan kapasitas domestik di tengah ketidakpastian global.

"Ini contoh realist statecraft: mengakui ketidakpastian sistem internasional, lalu mengutamakan memperkuat kapasitas domestik sebagai jangkar stabilitas," ujar Connie.

Menurutnya, Indonesia juga perlu menjelaskan soal kepentingan nasional dan kesiapan domestik adalah fondasi utama dalam menghadapi dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved