Senin, 13 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pengamat Adi Prayitno: Publik Berharap Pemerintah Bersikap Keras Terhadap AS Soal Serangan ke Iran

Adi Prayitno memandang ada kecenderungan publik berharap pemerintah merespons serangan AS-Israel ke Iran itu dengan keras.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/Chaerul Umam
SERANGAN AS - Potret Pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno. Ia memandang ada kecenderungan publik berharap pemerintah merespons serangan AS-Israel ke Iran itu dengan keras. 

Ringkasan Berita:
  • Ada kecenderungan publik berharap pemerintah merespons serangan AS-Israel ke Iran itu dengan keras
  • Serangan AS-Israel ke Iranmenyebabkan munculnya desakan sejumlah tokoh agar Indonesia keluar dari BoP
  • Situasi di Timur Tengah berdampak pada situasi di Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, memandang ada kecenderungan publik berharap pemerintah merespons serangan AS-Israel ke Iran itu dengan keras.

Namun masalahnya, kata dia, Indonesia masih berada di dalam Board of Peace (BoP) bentukkan Presiden AS Donald Trump.

Sehingga, menurut dia situasi itu menempatkan Indonesia dalam posisi yang dilematis.
 
"Ada kecenderungan publik berharap pemerintah bersikap keras terhadap AS dan Israel terkait serangan ke Iran. Apapun judulnya Iran jadi pihak yang diserang," kata Adi saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (3/3/2026).

"Problemnya, Indonesia tergabung dalam Board of Peace yang dipimpin langsung Donald Trump," kata dia.

Baca juga: Selat Hormuz Diblokade Iran dan Kilang Arab Saudi Tutup, Minyak dan Gas Asia Jadi Rebutan

Menurutnya serangan pada Sabtu (28/2/2026) itu pun kemudian berdampak pada situasi di Indonesia.

Serangan AS-Israel ke Iran itu, kata dia, menyebabkan munculnya desakan sejumlah tokoh agar Indonesia keluar dari BoP.

Namun, menurut dia, pemerintah tidak terlalu banyak bisa berbuat terhadap situasi itu.

Baca juga: Situs Nuklir Iran Dilaporkan Masih Berdiri Kokoh Walau Digempur AS-Israel

"Paling mungkin hanya imbauan untuk mengakhiri konflik. Pernyataan yang terkesan normatif," kata dia.

Lalu bagaimana dengan niat pemerintah untuk menjadi mediator antara AS dan Iran?

Menurut Adi, niat itu sesuatu yang baik meskipun tidak mudah.

"Bagus, niat baik dan bagian komitmen menjaga perdamaian. Meski itu tak mudah, bahkan sejumlah pihak menyebut itu tak realistis. Tapi apapun itu, niat baik perlu disampaikan meski dalam praktiknya sangat sulit," pungkasnya.

Kata Dubes Iran

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyiratkan harapannya agar Indonesia bisa memberi kutukan dan kecaman lebih keras terhadap serangan AS-Israel ke Iran.

Hal itu diungkapkannya saat ditanya soal harapannya terhadap negara-negara  yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Ekonomi Developing Eight (D-8) khususnya Indonesia atas serangan tersebut.

Rencananya, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Jakarta pada April 2026 mendatang.

Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di kediamannya pada Senin (2/3/2026).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved