Iran Vs Amerika Memanas
Pengamat Adi Prayitno: Publik Berharap Pemerintah Bersikap Keras Terhadap AS Soal Serangan ke Iran
Adi Prayitno memandang ada kecenderungan publik berharap pemerintah merespons serangan AS-Israel ke Iran itu dengan keras.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, memandang ada kecenderungan publik berharap pemerintah merespons serangan AS-Israel ke Iran itu dengan keras.
Namun masalahnya, kata dia, Indonesia masih berada di dalam Board of Peace (BoP) bentukkan Presiden AS Donald Trump.
Sehingga, menurut dia situasi itu menempatkan Indonesia dalam posisi yang dilematis.
"Ada kecenderungan publik berharap pemerintah bersikap keras terhadap AS dan Israel terkait serangan ke Iran. Apapun judulnya Iran jadi pihak yang diserang," kata Adi saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (3/3/2026).
"Problemnya, Indonesia tergabung dalam Board of Peace yang dipimpin langsung Donald Trump," kata dia.
Baca juga: Selat Hormuz Diblokade Iran dan Kilang Arab Saudi Tutup, Minyak dan Gas Asia Jadi Rebutan
Menurutnya serangan pada Sabtu (28/2/2026) itu pun kemudian berdampak pada situasi di Indonesia.
Serangan AS-Israel ke Iran itu, kata dia, menyebabkan munculnya desakan sejumlah tokoh agar Indonesia keluar dari BoP.
Namun, menurut dia, pemerintah tidak terlalu banyak bisa berbuat terhadap situasi itu.
Baca juga: Situs Nuklir Iran Dilaporkan Masih Berdiri Kokoh Walau Digempur AS-Israel
"Paling mungkin hanya imbauan untuk mengakhiri konflik. Pernyataan yang terkesan normatif," kata dia.
Lalu bagaimana dengan niat pemerintah untuk menjadi mediator antara AS dan Iran?
Menurut Adi, niat itu sesuatu yang baik meskipun tidak mudah.
"Bagus, niat baik dan bagian komitmen menjaga perdamaian. Meski itu tak mudah, bahkan sejumlah pihak menyebut itu tak realistis. Tapi apapun itu, niat baik perlu disampaikan meski dalam praktiknya sangat sulit," pungkasnya.
Kata Dubes Iran
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyiratkan harapannya agar Indonesia bisa memberi kutukan dan kecaman lebih keras terhadap serangan AS-Israel ke Iran.
Hal itu diungkapkannya saat ditanya soal harapannya terhadap negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Ekonomi Developing Eight (D-8) khususnya Indonesia atas serangan tersebut.
Rencananya, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Jakarta pada April 2026 mendatang.
Hal itu disampaikannya saat konferensi pers di kediamannya pada Senin (2/3/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/adi-prayitno-uin.jpg)