Senin, 13 April 2026

Dewan Perdamaian

RI Disebut Tak Serta-merta Gabung BoP, Sudah Bicara dengan Negara Teluk

Muhadjir Effendy mengungkapkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama serta pimpinan ormas Islam.

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan para ulama serta pimpinan ormas Islam di Istana, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
  • Pada pertemuan itu, Prabowo menjelaskan tentang keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP).
  • Prabowo menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia di BoP sudah melalui proses yang panjang, tidak tergesa-gesa.

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy mengungkapkan isi pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Muhadjir menyebut, pada pertemuan itu, Prabowo menjelaskan tentang keanggotaan Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.

Menurutnya, Prabowo menyatakan bahwa keterlibatan Indonesia di BoP sudah melalui proses yang panjang dan tidak tergesa-gesa.

"Sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk yang kemudian sepakat untuk bergabung," ujar Muhadjir.

Ia mengatakan, bergabungnya Indonesia ke BoP merupakan strategi yang disiapkan Kepala Negara.

Strategi itu sebagai bentuk perjuangan Indonesia menciptakan perdamaian dari internal forum strategis.

"Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam," ungkap Muhadjir.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji ini menekankan, dalam menjalankan perannya di BoP, Prabowo akan tetap berada dalam koridor konstitusi.

"Terutama di dalam pembukaan Undang-Undang Dasar kita dan kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal, yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksistensi damai, yaitu negara merdeka Palestina dan Israel," ucapnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa mewujudkan kemerdekaan Palestina harus terus diupayakan.
  
"Itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin di poin 19 dan poin 20 itu tegas bahwa memang tujuan BoP itu adalah terciptanya negara Palestina berkoeksistensi dengan Israel." 

Baca juga: Muzani Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh dan Pimpinan Ormas Islam

"Saya kira itu yang menjadi pegangan kita. Dengan demikian, maka tadi para ulama, para tokoh-tokoh agama, semuanya sepakat dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden," kata Muhadjir.

Sejumlah Tokoh Hadir

Pantauan Tribunnews.com di lokasi, sejumlah tokoh agama terus berdatangan pada Kamis hingga pukul 19.15 WIB.

Di antaranya, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Cholil Nafis.

Lalu, ada pula Ketua Dewan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa, Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah Yahya Zainul Marif dan Ketua Dewan Penasihat ICMI Prof Dr Jimly Asshiddiqie.

Kemudian, ada Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin yang biasa dikenal sebagai eks tokoh persaudaraan alumni (PA) 212. Lalu, ada juga tokoh agama yang turut hadir acara tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved