Sabtu, 16 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Pemerintah Diminta Perkuat Pelindungan & Jamin Keselamatan PMI di Wilayah Konflik Timur Tengah

Pemerintah diminta untuk memperkuat pelindungan dan menjamin keselamatan seluruh PMI yang berada di wilayah konflik Timur Tengah.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta Pemerintah memperkuat pelindungan dan menjamin keselamatan seluruh PMI yang berada di wilayah yang tengah terjadi eskalasi konflik di timur tengah.
  • Menurutnya keselamatan para PMI adalah prioritas mutlak.
  • Netty juga meminta agar perwakilan RI (KBRI/KJRI) di seluruh wilayah terdampak segera memperbarui data PMI
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pelindungan dan menjamin keselamatan seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di wilayah yang tengah terjadi eskalasi konflik di Timur Tengah.

"Negara harus cepat merespons potensi ancaman bagi warga negaranya di luar negeri. Mengingat konsentrasi PMI yang cukup besar di kawasan tersebut, langkah-langkah darurat harus segera dibahas," kata Netty kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

Baca juga: Genosida Gaza Dapat Terjadi di Iran

Menurut Legislator PKS itu, keselamatan para PMI adalah prioritas mutlak. 

"Dalam situasi konflik yang dinamis seperti ini, kebijakan pelindungan harus bergerak lebih cepat daripada perkembangan krisis itu sendiri," kata dia.

Netty meminta adanya koordinasi lintas sektor antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat pelindungan terhadap PMI.

 

DUKA IRAN — Seorang warga memeluk erat Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediaman resmi Dubes Iran, Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Isak tangis dan suasana haru mewarnai kediaman yang dibanjiri pelayat sejak sore hari tersebut guna mendoakan Pimpinan Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel.
DUKA IRAN — Seorang warga memeluk erat Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediaman resmi Dubes Iran, Jalan Madiun, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Isak tangis dan suasana haru mewarnai kediaman yang dibanjiri pelayat sejak sore hari tersebut guna mendoakan Pimpinan Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel. (Tribunnews.com/Gita Irawan)

 

Selain itu, dia juga meminta agar perwakilan RI (KBRI/KJRI) di seluruh wilayah terdampak segera memperbarui data PMI, termasuk mereka yang berstatus nonprosedural.

"Pemerintah juga harus mematangkan skenario evakuasi, penyiapan titik kumpul aman (safe house), serta kesiapan armada transportasi jika situasi menuntut pemulangan massal segera," ungkapnya.

Posko Pengaduan 24 Jam, dikatakan Netty, juga menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat konflik bisa meluas sewaktu-waktu.

“Pastikan adanya kanal komunikasi yang responsif bagi PMI dan keluarga di Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini dan melaporkan kondisi darurat," kata Netty.

"Selain itu, pastikan ketersediaan logistik dasar dan akses layanan medis bagi PMI yang berada di zona merah konflik,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) terus memantau keadaan pekerja migran Indonesia, dan perkembangan situasi Timur Tengah melalui koordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara-negara terdampak.

Peningkatan kewaspadaan ini menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.  

“Kami melakukan pemantauan secara ketat terhadap dinamika yang berkembang di Timur Tengah. Keselamatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia merupakan prioritas utama pemerintah,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved