Iran Vs Amerika Memanas
Konflik AS-Iran Bisa Goyang Ekonomi RI, CELIOS Minta Pemerintah Pertahankan Subsidi BBM
CELIOS meminta pemerintah tetap mempertahankan subsidi BBM di tengah kondisi situasi global dan perekonomian yang masih tidak menentu.
Pasalnya, sekitar 20 hingga 25 persen bahan baku minyak mentah Indonesia sebelumnya didatangkan dari kawasan Timur Tengah.
"Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, pada Jumat.
Oleh karena itu, Bahlil memastikan, stok bahan baku aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah masih memanas.
"Jadi enggak perlu ada panik, enggak perlu. Suplai lancar," ungkap Ketua Umum Partai Golkar ini.
Selain minyak mentah, Bahlil juga merinci asal impor produk bensin.
Ia menjelaskan bahwa bensin siap pakai tidak diimpor dari kawasan konflik maupun Amerika Serikat.
"Bensin ini tidak kita impor dari Middle East, tidak juga kita impor dari Amerika atau dari Afrika. Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri," ucapnya.
Sementara untuk Solar, ia memastikan. produksi dalam negeri sudah mampu memenuhi kebutuhan secara penuh.
Produksi tersebut, menurutnya, berjalan terus-menerus sehingga stok tidak hanya bergantung pada cadangan 20 hari, melainkan disuplai secara kontinyu.
Ia menjelaskan, kapasitas tempat penyimpanan (storage) minyak Indonesia sejak dulu memang hanya menampung pasokan selama 25 hari.
Saat ini, kata Bahlil, realisasi stok yang tersedia berada di angka 23 hari, masih di atas batas aman standar nasional.
"Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman," imbuhnya.
(Tribunnews.com/Deni/Fersianus)