Kamis, 9 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Prabowo Siap Jadi Mediator AS-Israel vs Iran, Pengamat: Ide Bagus, tapi Timing-nya Jangan Sekarang

Menurut Pitan Daslani, waktu yang tepat bagi Indonesia untuk menjadi mediator adalah ketika konflik AS-Israel vs Iran mereda.

Ringkasan Berita:
  • Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan untuk bertolak ibu kota Iran, Teheran, demi memfasilitasi mediasi antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
  • Menurut pemerhati politik luar negeri Pitan Daslani, niat Prabowo adalah ide yang bagus.
  • Akan tetapi, ide tersebut tidak dilontarkan di saat yang tepat, karena saat ini konflik AS-Israel vs Iran masih terus berlangsung.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerhati politik luar negeri Pitan Daslani menilai, kesediaan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadi penengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran adalah ide yang bagus.

Akan tetapi, saat ini bukan waktu yang tepat.

Hal tersebut disampaikan Pitan yang juga dikenal sebagai jurnalis senior itu dalam tayangan yang diunggah di kanal YouTube KompasTV, Sabtu (7/3/2026).

Menurut dia, waktu yang tepat bagi Indonesia untuk menjadi mediator adalah ketika konflik AS-Israel vs Iran nanti mereda.

Sebab, jika konflik atau perang masih berlangsung, tidak akan ada yang mau mendengarkan pihak penengah.

"Begini itu ide yang bagus, tapi timing-nya bukan sekarang," jelas Pitan.

"Ketika orang lagi perang, kita bilang mediator, siapa yang mau dengar gitu? Kalau perangnya mereda gitu, baru kita bisa mempertemukan kedua belah pihak ini untuk perundingan."

"Ini peluru kendali lagi berdesing saling balas-balasan, mana bisa kita pergi ke situ?"

Eskalasi konflik di kawasan Asia Barat (Timur Tengah) ini dimulai dengan serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran mulai Sabtu (28/2/2026) lalu.

Serangan ini diberi nama Operation Epic Fury oleh AS dan Roaring Lion Operation oleh Israel, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran (Supreme Leader) Ayatollah Ali Khamenei.

Lalu, Iran pun tak tinggal diam; melancarkan serangan balasan berupa gelombang rudal balistik dan drone ke Israel (termasuk Tel Aviv, Haifa, Holon), serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk (Qatar-Al Udeid, Bahrain-5th Fleet, Kuwait, UAE, Irak, Arab Saudi, Yordania).

Baca juga: Kemlu RI Ungkap 3 Poin Surat Prabowo Untuk Presiden Iran, Utarakan Solidaritas Hingga Tawaran Dialog

Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah, Prabowo telah menyatakan kesiapannya memfasilitasi kedua belah pihak agar melakukan deeskalasi konflik.

Hal ini diketahui dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), Sabtu (28/2/2026).

Dalam pernyataan tersebut, Prabowo bersedia untuk bertolak ke ibu kota Iran, Teheran, demi memfasilitasi mediasi.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis pernyataan resmi Kemlu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved