Selasa, 5 Mei 2026

Kenali Jenis-jenis Kekerasan, Mayoritas Pelaku Justru Orang Terdekat

Pelaku bisa berasal dari anggota keluarga, pasangan, hingga orang di lingkungan sekitar. Misalnya ayah kandung, ayah tiri, paman, kakek atua kakak

Tayang:
Editor: Erik S
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
Kekerasan berbasis gender masih menjadi persoalan serius yang dialami banyak perempuan. Bentuknya tidak selalu terlihat secara jelas, bahkan sering terjadi di lingkungan yang paling dekat dengan korban. Hal ini disampaikan Psikolog sekaligus Plt. Direktur Eksekutif Yayasan Pulih, Livia Iskandar dalam kegitan Loreal Indonesia di Jakarta, baru-baru ini. 

Edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah awal untuk mencegah kekerasan.

Pendidikan publik sangat penting agar masyarakat bisa mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat atau red flag.

Selain itu, lingkungan yang suportif juga dibutuhkan agar korban merasa aman untuk bercerita dan mencari bantuan.

Memahami berbagai bentuk kekerasan adalah langkah awal untuk mencegahnya. 

Baca juga: Mahasiswa Undip Dikeroyok 30 Rekannya, Anggota DPR Adde Rosi: Kampus Jangan Toleransi Kekerasan

Ketika masyarakat semakin sadar bahwa kekerasan tidak selalu terlihat secara fisik, diharapkan lebih banyak orang dapat mengenali tanda-tandanya lebih dini.

Dengan edukasi, dukungan lingkungan, serta sistem perlindungan yang kuat, rantai kekerasan dapat diputus dan korban bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Dalam momentum International Women’s Day 2026, L’Oréal Indonesia menegaskan perannya dalam mendorong kemajuan perempuan dengan ajakan untuk bergerak bersama: menghadirkan rasa aman sebagai fondasi, membuka akses terhadap peluang yang setara, serta memberikan pengakuan atas kontribusi perempuan di berbagai bidang. 

Perempuan Indonesia harus terus menunjukkan kemajuan yang membanggakan di berbagai bidang, mulai dari jurnalistik, diplomasi, sains, hingga industri kreatif. 

Rasa aman adalah fondasi Kemajuan. 

Data CATAHU Komnas Perempuan 2024 mencatat 445.502 kasus Kekerasan Berbasis Gender terhadap Perempuan (KBGtP) di Indonesia sepanjang 2024, meningkat lebih dari 43.000 kasus dibanding tahun sebelumnya.

Mayoritas kasus terjadi di ranah personal dengan 309.516 kasus, disusul ranah publik atau komunitas sebanyak 12.004 kasus. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved