Kamis, 16 April 2026

Surat Terbuka untuk Prabowo, Pemuda Dayak Soroti Ketimpangan Pembangunan dan Kerusakan Lingkungan

Pemuda Dayak kirim surat terbuka ke Presiden Prabowo, soroti ketimpangan pembangunan dan konflik SDA di Kalimantan.

HO/IST
PEMUDA DAYAK BERSIKAP - Ketua Umum Pemuda Dayak, Srilinus Lino (kiri depan) dalam sebuah pernyataan sikap untuk keadilan lingkungan dan ketimpangan sosial. 

Ia menambahkan berbagai konflik perkebunan dan pertambangan kerap berujung pada ketegangan antara perusahaan dan masyarakat lokal.

“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap konflik perkebunan dengan masyarakat, konflik pertambangan, serta berbagai persoalan lain yang menyangkut hak-hak masyarakat lokal,” ujarnya.

Minta ruang dialog dengan Presiden

Melalui publikasi surat terbuka tersebut, pemuda Dayak berharap pemerintah membuka ruang dialog langsung dengan Presiden untuk menyampaikan kondisi masyarakat Kalimantan secara lebih mendalam.

Menurut Lino, dialog tersebut diharapkan menjadi awal dari perumusan kebijakan pembangunan yang lebih adil dan merata bagi masyarakat lokal.

“Kami berharap pemuda Dayak dapat diberi kesempatan untuk berdialog langsung dengan Presiden. Dengan dialog tersebut kami ingin menyampaikan secara langsung berbagai kegelisahan dan realitas yang dihadapi masyarakat di Kalimantan,” katanya.

Ia juga menyoroti keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan bagi pemuda di sekitar wilayah perkebunan maupun pertambangan.

“Ketika sumber daya alam diambil, masyarakat setempat sering kali hanya menjadi penonton. Ketika menuntut haknya, mereka sering dihadapkan dengan tindakan represif. Akses pendidikan bagi pemuda di wilayah tersebut juga masih sangat terbatas, termasuk kesempatan mendapatkan beasiswa,” ujarnya.

Dalam penutup surat terbuka itu, pemuda Dayak menegaskan mereka tidak menolak pembangunan, namun menuntut agar pembangunan dilakukan secara adil dan tidak mengorbankan masyarakat lokal.

Mereka menegaskan masyarakat Dayak tetap menjadi bagian dari Republik Indonesia dan ingin dilibatkan secara nyata dalam pembangunan.

“Kami tidak meminta keistimewaan. Kami menuntut keadilan. Kami tidak mengancam, kami mengingatkan,” demikian kutipan dalam surat terbuka tersebut.

Pemuda Dayak berharap suara yang mereka sampaikan dapat didengar sebagai panggilan nurani agar pembangunan di Kalimantan tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi nasional, tetapi juga menjamin keadilan sosial bagi masyarakat setempat.

Isi Surat Terbuka

SURAT TERBUKA
PEMUDA DAYAK
UNTUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Kepada Yang Terhormat,
Presiden Republik Indonesia

Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata…
Arus… Arus… Arus…

Salam Satu Darah, Dayak Abadi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved