Senin, 4 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

3 ABK WNI Hilang di Selat Hormuz, Menteri P2MI: Masih dalam Proses Pencarian

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) di tengah pecahnya konflik bersenjata di kawasan tersebut. 

Tayang:
Penulis: Fersianus Waku
Editor: Hasanudin Aco
Tribunnews.com/Fersianus Waku
SELAT HORMUZ WNI - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, saat ditemui di Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2026). (Fersianus Waku) 

Ringkasan Berita:
  • Ledakan hebat terjadi di kapal tugboat Musaffah 2 yang membawa WNI di Selat Hormuz.
  • Tiga WNI hilang dalam kejadian itu, satu lainnya selamat dan dirawat di rumah sakit.
  • Menteri P2MI mengatakan tiga WNI yang hilang masih dicari.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyatakan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) masih dalam proses pencarian setelah kapal tugboat berbendera Uni Emirat Arab (UEA) tenggelam di Selat Hormuz, Timur Tengah.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (6/3/2026) di tengah pecahnya konflik bersenjata di kawasan tersebut. 

"Ya memang ada tiga WNI yang masih proses pencarian ya di kapal yang pekerjanya ada orang Indonesia," kata Mukhtarudin saat ditemui di Universitas Binawan, Kalibata, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Mukhtarudin menjelaskan pihaknya terus melakukan langkah mitigasi dan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menemukan para korban. 

Selain itu, kata dia, koordinasi intensif juga dilakukan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di wilayah terkait.

Menurut dia, kapal tersebut karam akibat serangan udara dari pihak Iran yang mengenai badan kapal.

"Akibat tadi ada serangan apa senjata udara dari Iran kemudian mereka tenggelam ada yang jatuh ada jatuh ke laut di sana," ucapnya. 

Dari total empat WNI yang berada di kapal tersebut, satu orang dilaporkan selamat dan menjalani perawatan medis.

"Ada yang selamat juga ada yang selamat ada yang hilang dan ada tiga kalau enggak salah WNI yang kita yang masih belum ditemukan. Proses masih berjalan," ungkapnya. 

Kronologi singkat

Diberitakan sebelumnya, ledakan hebat terjadi di kapal tugboat Musaffah 2 yang membawa warga negara Indonesia (WNI) di Selat Hormuz, perairan antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, pada Jumat (6/3/2026) pukul 02.00 waktu setempat.

Musaffah 2 saat ledakan sedang melakukan pengecekan terhadap kapal kontainer Safin Prestis karena mengalami kerusakan.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan ada total 5 WNI ada di lokasi kejadian.

Rinciannya 4 WNI berada di tugboat Musaffah 2 dan 1 sisanya terdaftar sebagai teknisi di kapal Safin Prestis.

Yvonne menyebut ada satu anak buah kapal (ABK) WNI yang mengalami luka bakar dan kini dirawat di rumah sakit Kota Khasab, Oman.

Satu teknisi WNI dilaporkan selamat dan telah tiba di Abu Dhabi. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved