Rabu, 8 April 2026

Lebaran 2026

Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik Sampai Lebaran

Kabar lega buat pemudik! Menteri ESDM Bahlil Lahadalia jamin harga BBM subsidi tak naik sampai Lebaran meski perang Iran-Israel berkecamuk. Simak!

Penulis: Taufik Ismail
dok. Kementerian ESDM
SIDANG KABINET — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat melaporkan distribusi energi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Terkini, Bahlil menjamin harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Menteri ESDM memastikan harga Pertalite dan Biosolar tetap stabil setidaknya hingga Idul Fitri 1447 H.
  • Pemerintah siapkan skenario tambah anggaran subsidi jika harga minyak mentah dunia terus melonjak akibat perang.
  • Impor minyak dialihkan dari Timur Tengah ke Amerika Serikat untuk menghindari dampak blokade Selat Hormuz.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Masyarakat Indonesia dapat bernapas lega mengenai rencana ongkos mudik tahun ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite (RON 90) dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan setidaknya hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi.

Kepastian ini didapat setelah adanya koordinasi intensif antara Kementerian ESDM dengan kementerian terkait guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.

"Pemerintah kemarin kita juga melakukan pembahasan dengan Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa). Saya dapat memastikan untuk menyangkut subsidi BBM sampai dengan hari raya Insyaallah tidak ada kenaikan apa-apa," tegas Bahlil di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Negara Siap Tambah Subsidi

Meskipun harga minyak mentah dunia (crude oil) sedang merangkak naik akibat ketegangan geopolitik, Bahlil menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk pasang badan.

Jika harga pasar terus melambung, opsi menambah anggaran subsidi menjadi langkah nyata yang akan diambil.

"Jadi negara hadir untuk memastikan bahwa sekalipun ada kenaikan harga minyak mentah dunia, tapi untuk subsidi tetap sama, tidak ada kenaikan harga. Ya kalau terus terjadi (kenaikan harga dunia), pasti dampaknya di anggaran pemerintah akan menambah anggaran untuk subsidi," jelasnya.

Selain menambah bantalan subsidi, pemerintah kini tengah memitigasi risiko jangka panjang dengan mempercepat transisi ke energi nabati guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Baca juga: Dibayangi Krisis Energi Global Dampak Perang, Hungaria Tahan Ekspor Minyak, Mesir Naikkan Harga BBM

Strategi Alihkan Impor dari Selat Hormuz

Menanggapi ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Bahlil mengungkapkan langkah strategis pemerintah dalam mengamankan pasokan.

Mengingat Iran menutup Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak—pemerintah telah mengalihkan sumber impor.

"Sekitar 25 persen impor minyak kita bersumber dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz. Kita sudah mengalihkan antisipasinya ke Amerika atau ke daerah negara-negara yang tidak ada kaitannya dengan Selat Hormuz. Jadi relatif clear-lah," ungkap Bahlil.

Ia menjamin pasokan energi nasional dalam posisi aman untuk satu hingga dua bulan ke depan.

Gangguan pasokan diprediksi hanya akan terjadi jika konflik bersenjata tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama (bertahun-tahun).

Stok Lebaran Dijamin Aman

Menjelang puncak arus mudik, Kementerian ESDM bersama Dewan Energi Nasional telah melakukan audit stok lapangan.

Bahlil meminta masyarakat tidak perlu melakukan panic buying atau merasa ragu akan ketersediaan stok di SPBU.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri, insya Allah semua aman, termasuk dengan LPG. Jadi nggak perlu ada keraguan, sekalipun memang ada terjadi dinamika global di Iran dan Israel," tutupnya.

 

Jakarta, Senin (15/12/2025).

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved