Senin, 20 April 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Kemlu: Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran-AS, Harap Jadi Langkah Perdamaian

Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS. Dia berharap langkah tersebut menjadi awal tercapainya perdamaian.

Ringkasan Berita:
  • Juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS.
  • Dia berharap agar kesepakatan tersebut bisa menjadi awal perdamaian antara kedua negara.
  • Yvonne juga menegaskan bahwa konflik hanya bisa dicapai ketika ada diplomasi.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang dilakukan Iran dan AS selama dua pekan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi wujud adanya upaya deeskalasi dari kedua negara.

"Tentunya pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran."

"Perkembangan ini tentunya mencerminkan adanya upaya dari pihak-pihak terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong deeskalasi," katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Yvonne mengungkapkan harapan pemerintah Indonesia agar kesepakatan gencatan senjata bisa mengarah ke langkah perdamaian antara Iran dan AS.

Baca juga: Putuskan Gencatan Senjata 2 Minggu, Trump Puji Pakistan karena Jadi Mediator AS-Israel Vs Iran

Dia menegaskan satu-satunya cara agar konflik bisa berakhir hanyalah diplomasi.

Ia juga mengatakan bahwa segala bentuk penyelesaian konflik tetap harus berfokus pada keselamatan warga sipil.

"Pemerintah Indonesia terus dukung upaya diplomasi yang konstruktif dan termasuk upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk berkembang menjadi penyelesaian yang sifatnya lebih permanen dan tentunya perlindungan warga sipil yang menjadi fokus utama," tegasnya.

AS-Iran Sepakat Gencatan Senjata 2 Pekan, Selat Hormuz Dibuka

Sebelumnya, AS dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dan membicarakan terkait perdamaian dua negara.

Gencatan senjata dilakukan usai Presiden AS, Donald Trump sepakat menunda untuk menyerang situs energi Iran sebagai wujud balasan agar Selat Hormuz dibuka.

Trump mengungkapkan penundaan penyerangan tersebut setelah dirinya berdiskusi dengan Perdana Menteri (PM) Pakistan, Shehbaz Sharif, dan Marsekal Lapangan Asim Munir.

"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu," kata Trump dalam pernyataan resmi pada Selasa (7/4/2026), dikutip dari Reuters.

Trump menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran akan bersifat dua arah.

Baca juga: Perang dengan Iran, Harga Kebutuhan Pokok di AS Mencekik, WNI Pekerja Kelas Bawah Terpukul

Namun, dia tidak menyampaikan apakah pernyataan itu menjamin Israel tidak akan melakukan serangan serupa.

Dia juga menjelaskan bahwa alasan AS menyepakati gencatan senjata karena seluruh tujuan militer telah terpenuhi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved