Prabowo Minta Warga Bersiap Hadapi Kesulitan Dampak Konflik Timur Tengah, Ini Kata Bakom RI
Fithra Faisal memaklumi jika Prabowo meminta masyarakat untuk bersiap dalam menghadapi kesulitan karena adanya perang jika ingin perdamaian.
Ringkasan Berita:
- Tenaga Ahli Utama Pakar Bakom RI Fithra Faisal menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi situasi sulit dampak konflik di Timur Tengah.
- Menurut Fithra, Prabowo sudah memprediksi memanasnya situasi global sejak jauh-jauh hari.
- Fithra menyebut, meski diminta menghadapi kesulitan, masyarakat tidak terlalu khawatir karena pemerintah sudah melakukan persiapan matang, sesuai arahan Presiden.
TRIBUNNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Pakar Badan Komunikasi Pemerintah (BKP/Bakom RI) Fithra Faisal menanggapi pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi situasi sulit dampak konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, Prabowo telah menyampaikan peringatan, bahwa kondisi dunia tengah mengalami guncangan akibat perang di Timur Tengah, khususnya setelah Amerika Serikat (AS)-Israel mulai melancarkan operasi militer skala besar ke Iran Sabtu (28/2/2026) lalu.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidato saat meresmikan 218 jembatan di seluruh Indonesia secara daring (dalam jaringan/online) pada Senin (9/3/2026).
Prabowo juga menyatakan bahwa pemerintah harus berterus terang, bahwa masyarakat Indonesia harus bersiap menghadapi kesulitan di tengah kondisi global yang memanas ini.
Meskipun demikian, Prabowo masih merasa optimis rakyat Indonesia dapat menghadapi kesulitan tersebut, dan bersyukur Indonesia memiliki kekuatan yang besar.
"Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan. Kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan. Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan," kata Prabowo, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
"Tapi, sekali lagi kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar."
"Saya juga harus jujur kepada seluruh rakyat dan saya juga akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat."
Sudah Diprediksi Prabowo
Terkait peringatan agar masyarakat Indonesia bersiap menghadapi kesulitan, Fithra Faisal menyebut bahwa situasi global yang memanas telah diprediksi oleh Prabowo jauh-jauh hari, yakni sejak Februari 2025.
Bahkan, menurut Fithra, Prabowo juga sudah memprediksi bahwa AS akan menyerang Iran, dan kini prediksi tersebut menjadi kenyataan.
Baca juga: Prabowo Minta Rakyat Siap Hadapi Kesulitan, Ekonom Sentil MBG-Kopdes: Program Mahal Harus Dikurangi
Oleh karenanya, dengan mengutip adagium Latin Si vis pacem, para bellum, Fithra memaklumi jika Prabowo meminta masyarakat untuk bersiap dalam menghadapi kesulitan karena adanya perang jika ingin perdamaian.
Adapun kutipan Si vis pacem, para bellum berasal dari penulis militer Romawi, Publius Flavius Vegetius Renatus, yang berarti "Jika kau mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang."
Kutipan tersebut menekankan bahwa kekuatan militer yang siap siaga adalah pencegah utama konflik, sehingga kedamaian dapat dipertahankan melalui kekuatan, bukan kelemahan.
"Pak Presiden selalu memperlihatkan dan menjelaskan mengenai kewaspadaan, dan kita sudah melihat ini tidak hanya di waktu kemarin saja, tetapi dimulai dari tahun lalu," tutur Fithra, dalam tayangan dialog Prime News di kanal YouTube CNN Indonesia, Selasa (10/3/2026).
"Pak Presiden memang sudah menyampaikan ini di bulan Februari 2025 ketika bertemu dengan redaktur media, beliau sudah menyampaikan bahwa, 'We are living in a very dangerous period.'"
"Dan pada saat itu, Presiden sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan Amerika Serikat akan menyerang Iran dan ini kejadian sekarang ya."
"Dan dalam pemikiran Presiden ini, kita kalau mau damai harus siap-siap perang ya. Si vis pacem, para bellum."
"Oleh karenanya, ini yang kemudian ditunjukkan Pak Presiden melalui taklimatnya kemarin di Ratas, menyampaikan juga kepada masyarakat bahwa dengan kondisi-kondisi seperti ini kita memang harus selalu waspada."
Siap Hadapi Kesulitan, tapi Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Meskipun demikian, Fithra meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir.
Menurut ekonom senior dan Co-Founder Next Policy ini, pemerintah sudah melakukan persiapan matang, sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Persiapan tersebut berkaitan erat dengan poin kedua dalam Asta Cita Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto-Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Yakni, ketahanan ekonomi, ketahanan energi, dan ketahanan pangan.
"Tetapi, masyarakat jangan khawatir karena pemerintah dan dalam hal ini Presiden juga sudah menyampaikan arahan-arahannya dari tahun lalu ya. Maka kita sudah mempersiapkan beberapa hal," kata Fithra.
"Kalau dalam konteks Asta Cita ini, Asta Cita yang nomor dua. Ketahanan energi, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, itu dalam satu selingkung yadengan apa yang Pak Presiden sampaikan."
Fithra pun menyinggung Water–energy–food nexus yang menjadi pedoman bagi Prabowo untuk memastikan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap stabil dari guncangan akibat situasi global.
Water–energy–food nexus sendiri merupakan sebuah pendekatan yang digunakan untuk memahami serta mengelola sumber daya secara terpadu untuk meningkatkan sinergi pemanfaatan air, energi, dan pangan secara berkelanjutan.
"Dan dalam konteks ini, ada Food-Energy-and Water Nexus yang merupakan turunan dari Food and Agriculture Organization (FAO/Organisasi Pangan dan Agrikultur Dunia) dari United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB)," jelas Fithra.
"Ini menjadi salah satu patron cara berpikir Presiden untuk kemudian memastikan supaya masyarakatnya bisa tetap nyaman dan tidak terdampak dari kegelisahan-kegelisahan global yang dampaknya tentunya meluas, di mana gajah bertarung semuanya akan terdampak."
(Tribunnews.com/Rizki A.)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.