Kamis, 23 April 2026

Prabowo Bertemu Sahabat Lama Wakil PM Australia di Kertanegara, Apa yang Dibahas?

Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan sahabat lamanya, yaitu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menhan Australia Richard Marles.

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles.
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa pertemuan itu berlangsung dengan penuh keakraban.
  • Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Rabu, 11 Maret 2026.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan sahabat lamanya, yaitu Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Richard Marles.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Rabu, 11 Maret 2026.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban.

"Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, menegaskan hubungan pribadi yang erat antara kedua pemimpin," ujar Teddy melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, Prabowo dan Richard Marles berbincang santai sekaligus membahas sejumlah isu-isu penting.

Persamuhan tersebut, kata Teddy, juga menunjukkan simbol kedekatan antara Indonesia dengan Australia.

"Mereka berbincang santai sekaligus bertukar pandangan mengenai isu-isu penting dan pertemuan ini menjadi simbol kedekatan dan kerjasama erat antara Indonesia dan Australia," ungkapnya.

Pada pertemuan itu, tampak hadir Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Seskab Teddy.

Sebagai informasi, pada bulan Februari lalu, Presiden Prabowo juga sempat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese.

Mereka menandatangani traktat atau perjanjian bertajuk Treaty on Common Security, sebuah perjanjian keamanan bersama Indonesia–Australia di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Traktat ini menegaskan komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Relawan Prabowo Nilai Ramadan jadi Momentum Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

Penandatanganan dilakukan di Ruang Oval Istana Merdeka setelah pertemuan bilateral antara delegasi Indonesia dan Australia.

Prabowo mengenakan jas abu-abu dan peci hitam, sementara Albanese duduk berhadapan di meja masing-masing.

Prabowo menandatangani dokumen terlebih dahulu, kemudian disusul Albanese.

Dokumen ditukar dan ditandatangani kembali, lalu keduanya memperlihatkan hasil penandatanganan sebelum bersalaman.

Isi Traktat Keamanan

Sugiono menjelaskan, traktat ini berisi kesepakatan kerja sama keamanan yang memperkuat mekanisme konsultasi strategis.

Forum konsultasi akan digelar secara rutin untuk membahas isu-isu yang memengaruhi keamanan kedua negara, dengan landasan hukum internasional serta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing.

“Inti kunjungan beliau adalah penandatanganan traktat atau perjanjian antara Indonesia dan Australia yang disebut Treaty on Common Security,” kata Sugiono.

Sugiono menambahkan, model perjanjian ini memiliki kemiripan dengan Lombok Treaty yang pernah ada sebelumnya, sehingga bukan hal baru dalam hubungan kedua negara.

Pesan Prabowo

Dalam konferensi pers bersama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa perjanjian ini mencerminkan tekad kedua negara untuk bekerja sama menjaga keamanan nasional dan berkontribusi bagi perdamaian kawasan.

“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia memilih membangun hubungan bertetangga dengan Australia atas dasar niat baik, rasa saling percaya, dan politik bebas aktif.

“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan tidak ingin memiliki musuh mana pun. Kami meyakini perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan,” pungkasnya.

Baca juga: Prabowo Banggakan Kinerja Danantara, Peringatkan Soal Laporan Palsu

Nota Kesepahaman Investasi Danantara

Selain traktat keamanan, kedua negara juga menandatangani nota kesepahaman terkait investasi antara Danantara dan pemerintah Australia.

Sugiono menyebut kedekatan historis dan geografis menjadi dasar logis penguatan kerja sama.

“Posisi geografis kita mentakdirkan untuk hidup berdampingan, saling menghormati, dan meningkatkan kerja sama lebih dalam antara Indonesia dan Australia,” katanya.

Traktat keamanan ini menandai babak baru hubungan Indonesia–Australia. Momen salaman hangat di Istana Merdeka menjadi simbol komitmen menjaga perdamaian kawasan.

(Tribunnews.com/Deni/Igman)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved