Sabtu, 18 April 2026

Misteri Pesan WhatsApp Protokol Istana, Hasan Nasbi Mendadak Dipanggil Presiden Prabowo

Hasan Nasbi mendadak dipanggil ke Istana via WhatsApp! Sinyal kuat kembali masuk kabinet atau tugas rahasia dari Prabowo? Klik selengkapnya!

Penulis: Taufik Ismail
Tribunnews.com/Taufik Ismail
DIPANGGIL PRABOWO — Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Hasan Nasbi, mendatangi Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis petang (12/3/2026). Kedatangan mendadak usai menerima pesan WhatsApp dari Protokol Istana ini memicu spekulasi mengenai peran strategis baru Hasan di lingkaran dalam pemerintahan Presiden Prabowo. 
Ringkasan Berita:
  • Undangan mendadak via WhatsApp dari Protokol Istana bawa Hasan Nasbi temui Presiden hari ini.
  • Meski menjabat Komisaris Pertamina, intensitas pemanggilan Hasan ke lingkaran dalam kepresidenan kian mencolok.
  • Rahasiakan agenda rapat strategis, sinyal Hasan Nasbi kembali ke barisan kabinet makin menguat?

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Eks Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi, kembali mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis petang (12/3/2026).

Kedatangannya terbilang sangat mendadak, hanya berselang beberapa jam setelah menerima pesan singkat melalui WhatsApp dari pihak Protokol Istana.

"Tadi jam setengah dua di-WA oleh Protokol. Ada agenda bersama Presiden, tapi saya benar-benar belum tahu agendanya apa," ungkap Hasan saat ditemui di lingkungan Istana.

Pertemuan ini merupakan momen kedua bagi Hasan dilibatkan dalam agenda strategis Presiden Prabowo Subianto pasca-melepas jabatan di PCO.

Sebelumnya, Komisaris PT Pertamina (Persero) ini juga hadir dalam rapat tertutup di Hambalang, Senin (9/3/2026).

Meski intensitas pertemuannya meningkat tajam, Hasan menepis spekulasi mengenai adanya posisi baru di pemerintahan.

"Diajak rapat saja, belum ada pembicaraan posisi apa-apa. Nanti kita lihatlah ya," imbuhnya secara diplomatis menanggapi isu reshuffle kabinet.

Baca juga: Rismon Minta Maaf kepada Jokowi, Kuasa Hukum Bawa Makanan dan Ulos Simbol Perdamaian

Mengenai materi pertemuan sebelumnya, Hasan menceritakan dirinya diminta menyimak pembahasan mengenai eskalasi geopolitik global dan mitigasi krisis nasional agar Indonesia tetap stabil di tengah situasi perang luar negeri.

Selama rapat tiga jam tersebut, Hasan mengaku hanya bertindak sebagai penyimak pasif di antara para menteri.

"Yang bicara menteri-menteri, saya dengarkan saja. Saya kan tidak ikut ngomong," pungkasnya sebelum masuk menemui Presiden.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved